Waspadalah! Risma Sebut Ada 3 Masjid yang Menjadi Klaster Cepat Penyebaran Covid-19 di Surabaya

Ilustrasi (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)

Tri Rismaharini meminta warga Kota Surabaya tidak menggelar salat Idul Fitri 2020 di masjid maupun di lapangan. Hal ini karena tren kasus virus corona (Covid-19) di Surabaya belum menunjukkan adanya penurunan.

“Enggak lah, sek kondisi ngene [masih kondisi seperti ini], Gusti Allah maha tahu, Gusti Allah maha mengerti, ya to? Gusti Allah ono wong dusone sak pirang-pirang pun yo diampuni [ada orang dosanya banyak akan dimaafkan,” kata Risma, di Balai Kota Surabaya, Selasa (19/5).

Walkot Surabaya ini mengungkap bahwa pihaknya telah menemukan klaster penularan Covid-19 di tiga masjid yang penyebaran Covid-19nya begitu cepat.

“Di kami ada temuan 3 klaster masjid. Penularannya cepat kalau sudah berkumpul begitu,” katanya.

Risma tidak menyebut ketiga masjid tersebut, namun ia menghimbau agar warga Kota Pahlawan untuk sementara tak memaksakan menggelar salat Id secara berjemaah selama pandemi Corona. Khawatir terjadi ledakan kasus virus corona.

“Kalau kita terlalu memaksakan nanti kalau ada apa-apa, aduh berat, berat beneran itu,” ujarnya.

Politikus PDI-Perjuangan itu mengharap warga ikut berperan aktif dalam memutus penyebaran virus corona ini.

“Ya nanti masyarakat bisa [mengerti], malah kita banyak tahunya dari masyarakat. Terus terang ini perannya masyarakat besar. Lek Suroboyo iki gak guyub terus terang abot (kalau tidak guyub akan berat),” katanya

Pemrov Jawa Timur sebelumnya mengeluarkan edaran menggelar salat Id di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Namun, surat edaran bernomor 451/7809/012/2020 tersebut dicabut pada Senin (18/5) karena menjadi polemik.

(suaraislam)

Loading...