Waspadalah! Ini Delapan Akar Masalah yang Sering Menjadi Pemicu Konflik Etnis dan Agama

Ilustrasi

Konflik yang melibatkan isu etnis dan agama sering menjadi alat pemicu kekerasan.

Isu ini sangat berbahaya karena bisa berpotensi menyebabkan konflik yang berkepanjangan.

Menurut Direktur Institut Mosintuwu, Lian Gogali, setidaknya ada delapan akar masalah yang sering menjadi pemicu konflik etnis dan agama.

Dikutip dari nu.or.id, seperti disampaikan Lian Gogali saat membawakan materi “Religious and Cultural Identities: The Roots of Ethno Religious Conflict in Asia”, pada program Young Ambassdors of Peace in Asia (PPA) 2022 yang digelar di Chiang Mai, Thailand, Senin (8/8/2022).

Pertama yaitu sentralisasi identitas. Menurut Lian, operasi dan diskriminasi satu atau lebih kelompok etnis dan agama menyebabkan frustasi akan kebutuhan identitas di tengah masyarakat. Hal ini dapat mengarah pada timbulnya konflik agama yang juga sebagai komponen identitas.

Yang kedua adalah konflik intra-state yang bisa terjadi ketika orang-orang dari kalangan agama atau budaya berbeda hidup berdekatan atau disatukan dengan batas-batas buatan.

Pemicu ketiga adalah sentralisasi agama dan institusi keagamaan. Keempat, penggunaan narasi agama. Kelima adalah kekuatan identitas. Keenam adalah dampak kolonialisme, dan ketujuh karena krisis legitimasi.

Dan yang terakhir adalah pemahaman kitab suci. Konflik ini disulut dengan sentimen agama. Hal ini kerap kali memicu adanya justifikasi bahwa suatu agama dianggap paling benar.

(Suara Islam)

Loading...