Viral Tepuk Pramuka ‘Islam Yes, Kafir No’, M Zazuli: Pramuka Rasa Teroris!

Suasana di SD Negeri Timuran Kota Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Viral di media sosial seorang pembina Pramuka yang diduga mengajarkan yel-yel berbau SARA di kota Yogyakarta di SD Negeri Timuran, Brontokusuman, Mergangsang.

Hal itu diungkap oleh salah seorang wali murid di status WA nya.

“Baru tau saya ada pembina pramuka yang ngasih pembinaan ke anak SD Negeri dengan mengajarkan tepuk rassi (rasis-red),” tulisnya seperti dikutip dari kumparan.com.

Wali murid berinisial K itu menambahkan, pada Jumat (10/1) lalu dia menjemput anaknya. Saat itu anaknya belum keluar kelas sehingga dia menunggu sembari melihat pembinaan dari kwarcab.

“Iya kebetulan tadi di sekolah kakak ada kedatangan pembina pramuka, lalu salah satu pembina mengajarkan tepuk Islam di mana di akhir tepuk ada yel-yel Islam Islam yes Kafir Kafir No, sebagai ortu siswa aku proteslah, ini nih biang kerok perpecahan dan penabur kebencian, ke-Bhinekaan Pramuka tercoreng oknum pembina berakal tumpul,” katanya.

K menambahkan bahwa awalnya semua bernyanyi normal aja, lalu tiba-tiba ada salah satu pembina putri masuk dan ngajak anak-anak tepuk Islam. Saya kaget karena di akhir tepuk kok ada yel-yel “Islam Islam yes, kafir kafir No”.

“Spontan saya protes dengan salah satu pembina senior, saya menyampaikan keberatan dengan adanya tepuk itu, karena menurut saya itu mencemari kebinekaan Pramuka,” tambah K, Senin (13/1).

Pegiat media sosial, Muhammad Zazuli memberikan komentar terkait berita yang dirilis kumparan.com tersebut.

M Zazuli melalui postingan di FBnya mengatakan bahwa itu adalah “Pramuka Rasa Teroris”.

“Ketahuilah sesungguhnya penanaman indoktrinasi dan sugesti negatif ke pikiran bawah sadar akan lebih efektif di saat obyeknya masih berusia di bawah 7 tahun. Dan akhirnya kelak kita akan panen besar sehingga bisa swasembada bahkan menjadi pengekspor……..teroris !! “ ujar M Zazuli

M Zazuli menambahkan bahwa Ini gurunya goblok bin pekok. Dikiranya pendiri pramuka orang arab. Padahal bule kapir. Barangsiapa meniru kapir ikutan kapir. Berarti si guru maling teriak maling. Gurunya sudah ikutan kapir kok ngajarin tepuk anti kapir.

Postingan M Zazuli mendapat banyak komentar dari netizen, netizen Tutut Sri Rahayu meminta Mendikbud Nadiem Makarim untuk mengikis bibit radikal ini.

“Astaghfirullah Allafzim ! Semoga mas Nadiem dengan kurikulumnya baru bisa mengikis tanaman yg sdh dirasukin iblis ini Yaa Rabb”, ujar Tutut Sri Rahayu

Sumber berita: Kumparan.com

(suaraislam)

Loading...