Viral! Ruslan Buton Dipecat TNI karena Terbukti Aniaya dan Bunuh Warga

Ruslan Buton (google image)

Media sosial baru-baru ini diramaikan oleh sebuah video narasi provokatif dari Ruslan Buton. Dalam video tersebut dia meminta Presiden Jokowi agar segera mundur dari jabatannya sebagai pemimpin Negara jika tidak akan terjadi gelombang gerakan revolusi rakyat dari seluruh elemen masyarakat.

Dirilis dari suaraislam.co, Ruslan Buton akhirnya dijemput aparat kepolisian dari tim Mabes Polri bersama Polda Sultra di Desa Wabula 1, Kecamatan Wabula, Buton, Sulawesi.

Baca: Alhamdulillah! Ruslan Buton Ditangkap Polisi karena Bikin Gaduh

Siapakah Ruslan Buton yang berani membuat provokasi dan menyerang presiden Jokowi?

Ruslan Buton adalah pecatan dari prajurit TNI AD berpangkat Kapten Infanteri. Dia dipecat karena menjadi pelaku penganiayaan berat kepada seorang tersangka kejahatan di Maluku Utara pada 2017.

Dikutip dari tirto.id, saat Ruslan Buton sedang bertugas sebagai Komandan Kompi sekaligus Komandan Pos Satgas SSK III Yonif RK 732/Banau dengan 10 anak buahnya, ia menangkap seorang petani cengkeh bernama La Gode, yang mencuri singkong parut 5 kilogram seharga Rp 200 ribu.

Namun, pada 24 Oktober 2017 jam 04.30, La Gode dianiaya hingga tewas di Pos Satgas Ops Pamrahwan. Tubuh La Gode berlumur luka. Gigi atas dan bawah dicabuti hingga ompong. Kuku di jempol kaki kanan copot. Bagian bibir, mata, hingga pipi kanannya bengkak.

Ruslan Buton sebagai Kapten Inf. dan Komandan Kompi Pos Satgas SSK III Yonif RK 732/Banau terindikasi kuat turut melakukan kekerasan dan penganiayan berat yang menyebabkan tewasnya La Gode.

Kronologi Terbunuhnya La Gode

La Gode, 31 tahun adalah petani cengkeh. Pada 24 Oktober 2017, dia tewas mengenaskan, sekujur tubuh La Gode berlumur luka. Gigi atas dan bawah dicabuti hingga ompong. Kuku di jempol kaki kanan dicabut. Bagian bibir, mata, hingga pipi kanannya bengkak. Kondisi diduga La Gode “dianaya” hingga meninggal “dalam kondisi tak wajar.”

Pada 15 Oktober, La Gode sempat melarikan diri, menuju rumah dan sempat bertemu istrinya. La Gode mengakui telah mencuri kasbi gepe dan siap bertanggung jawab untuk mengganti kerugian dengan uang Rp 200 ribu.

La Gode bercerita ia dipukuli oleh tentara di Pos Satgas TNI. Bagian dadanya nyeri bekas dipukul, kata istrinya. Tak tahan atas penyiksaan itu, ia pun memutuskan untuk melarikan diri.

La Gode ditangkap kembali pada 23 Oktober 2017 oleh anggota kepolisian Pos Lede, anggota Satgas TNI, dan anggota Babinsa (tentara tingkat bintara yang bertugas “membina desa” di setiap Koramil). La Gode dibawa paksa ke Pos Satgas TNI.

La Gode diinterogasi dan dipukuli lagi, namun penyiksaan kali ini lebih keras hingga dia menemui ajal pada 24 Oktober sekitar pukul 04.30 dengan “kondisi tidak wajar.

Kasus penganiayaan yang mengakibatkan terbunuhnya La Gode ini sempat menjadi sorotan para anggota dewan, sebab telah terjadi pelanggaran HAM apalagi dilakukan oleh prajurit TNI yang seharusnya melindungi rakyatnya.

Mahkamah Militer Ambon akhirnya menjatuhkan hukuman kepada Kapten Inf Ruslan Buton dengan vonis 1 tahun 10 bulan dan hukuman tambahan pemecatan.

Yayasan Serdadu Eks Trimatra Nusantara

Setelah dipecat dari TNI, Ruslan Buton akhirnya mendirikan Yayasan Serdadu Eks trimatra Nusantara. Yayasan yang beranggotakan para mantan prajurit TNI ini dideklarasikan pada 25 Januari 2020 di Gedung Joeang’45, Jalan Menteng Raya No. 31 Menteng Jakarta. Sabtu dan Ruslan Buton sendiri yang menjadi Ketua Umumnya.

Diberitan dari headlinenews.id, acara deklarasi tersebut dihadiri oleh pengurus dan eks anggota prajurit dari tiga kesatuan, dan sempat hadir pula Mayjend (Purn) Soenarko dan Sri Bintang Pamungkas dan wakil Pemprov DKI Jakarta.

(suaraislam)

Loading...