Viral! Kiai Said Aqil Bongkar Gerakan Tarbiyah Kadrun, Diantaranya di Telkomsel

Viralnya kebocoran data pribadi pegiat media sosial, Denny Siregar, membuat resah masyarakat. Pasalnya data pribadi tersebut khawatir dimanfaatkan oleh teroris.

Diketahui, data diri Denny tersebar di media sosial bermula dari cuitan akun Twitter @opposite6891 yang membagikan unggahan berisi data pribadi Denny Siregar. Mulai dari alamat, NIK, KK, bahkan hingga tipe HP yang dipakai juga ikut terekspos.

Bocornya data pribadi Denny Siregar diduga karena ia baru-baru ini memposting tulisan “Adek2ku sayang Calon Teroris” di media sosial. Tulisan dan foto yang digunakan Denny dipermasalahkan oleh Forum Mujahid.

Denny Siregar kemudian mengancam akan melakukan ke operator Telkomsel terkait bocornya data pribadi.

“Teman-teman, dari kasus ini, ternyata kita baru tahu kalau data diri kita sangat rentan disadap. Contoh dari @opposite6891 ini, banget mudah dia dapat data tentang saya. Saya menuntut jawaban dari @Telkomsel dan @kemkominfo. Ini mengerikan. Bisa saja terjadi pd anda dan keluarga anda”, tulis Denny di akun twitternya @Dennysiregar7

Pemilik akun @MurtadhaOne1 ikut berkomentar terkait kebocoran data operator Telkomsel. Dia memposting sebuah video Kiai Said Aqil Siradj bahwa banyak kantor yang dikuasai oleh kadrun, diantaranya Telkomsel.

“Di Indonesia tidak ada universitas yang tidak ada Tarbiyah, kecuali UNU. UI, ITB, Undip, UTS, Ketika mereka tamat dan menjadi pejabat di PLN, Telkom, Telkomsel. Makanya jangan heran melihat pemandangan ketika masuk ke kantor, (melihat ) jenggot (ideology/bukan biologi), cingkrang, jidat hitam, silahkan masuk ke PLN, Telkom, Telkomsel”, ujar Kiai Said

“Dan lewat tarbiyah, yaitu lewat kajian, pertama bagaimana baca al-Quran dengan tafsirnya, kemudian membaca buku mereka tentang ayat-ayat jihad dan perang, ketiga: mulai disiplin, dan keempat bai’at. Biasanya yang keempat ini bai’at banyak yang keluar”, imbuhnya

Kiai Said menambahkan kalau sudah bai’at mereka akan koar-koar menggulingkan pemerintahan yang sah dan mengganti dengan khilafah.

(suaraislam)

Loading...