Viral! 9 Petinggi KAMI Ditangkap, Gatot Mendadak Sebut UU Omnibus Law Sebenarnya Mulia

Gatot Nurmantyo, Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), kembali buka suara bicara soal sikap mereka menghadapi tuduhan di balik demo, dan lahirnya UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Gatot menegaskan bahwa tidak benar jika KAMI turut andil mendesain aksi-aksi rusuh menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, Gatot menantang agar Badan Intelijen Negara (BIN) menelusurinya, begitu juga halnya dengan Polri.

“Sebenarnya hal ini tidak perlu repot-repot, ada BIN, ada Polisi yang sudah teruji, kan tinggal cari saja. Sangat mudah sekali. Yang membakar pos, CCTV kan ada. Tidak mungkin KAMI ini yang berlandaskan gerakan moral (melakukan itu), sama saja kita bunuh diri, merusak masa depan sendiri,” kata Gatot di saluran Youtube Refly Harun, disitat Kamis, 15 Oktober 2020.

“Secara resmi KAMI memang mendukung demo yang dilakukan buruh dan mahasiswa. Tetapi kami tidak ikut dalam aksi. Tapi kalau perorangan (mau ikut demo) silakan,” katanya.

Lebih lanjut, Gatot kemudian bercerita lebih jauh soal Omnibus Law, bagaimana UU itu menjadi angan-angan Jokowi sejak lama. Menurut Gatot, itu terjadi pada perjalanan periode pertama Presiden Jokowi.

Artinya, kata dia, ketumpang tindihan itu membuat niatan investor menaruh dana di Tanah Air menjadi ragu. Maka itu, kemudian, dibutuhkan UU yang merangkum semuanya, di mana birokrasi menjadi lebih simpel, ada jaminan investasi, aparaturnya bersih, bisnis menjanjikan, dan akuntabilitas yang tinggi. Sehingga dengan demikian, pengusaha itu kemudian memiliki kepastian.

“Nah UU (Omnibus Law) ini saya tahu tujuannya sangat mulia. Karena investasi akan datang, roda ekonomi berputar, pajak banyak, sehingga sandang pangan masyarakat bisa (terpenuhi),” kata Gatot.

Sebelumnya, Aparat Kepolisian menangkap sembilan petinggi dan anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) terkait demo omnibus law yang berakhir ricuh. Usai penangkapan beberapa pentolan KAMI, Gatot Nurmantyo hingga Din Syamsuddin merapat ke Bareskrim Polri.

Perubahan mendadak Gatot terhadap UU Omnibus Law mendapat banyak komentar warganet.

“Namanya saja Jendral Kancil, jadi banyak akalnya, sekalian mengamankan dirinya (lepas tanggung jawab) setelah tahu teman-temannya ditangkap karena terlibat konspirasi kerusuhan”, tegas akun @SalmaBrecht

“Halah, belum kering bibir Gatot Nurmantiyo serukan mendukung buruh mogok nasional. Setelah para hulubalang KAMI diciduk, lain lagi bicaranya”, tuding akun @Rfadlis1

“Udah mulai dikit-dikit ketahuan, daripada sok keras mending cari aman sambil atur strategi lain. Wkwkw”, tambah akun @sijempol_

(Suara Islam)

Loading...