Tukang Bubur Divonis Denda Rp5 Juta karena Melanggar PPKM Darurat, Habib Muannas Angkat Bicara

Direktur Eksekutif Komite Pemberantasan Mafia Hukum (KPMH), Muannas Alaidid atau habib Muannas, memberikan tanggapan terhadap vonis denda Rp5 juta yang diterima seorang pedagang bubur karena melanggar PPKM Darurat.

Peristiwa nahas yang menimpa tukang bubur tersebut terjadi di Tasikmalaya saat palaksanaan PPKM Darurat.

Pedagang bubur yang bernama Endang Uloh itu dinyatakan bersalah dan terbukti melanggar PPKM Darurat dalam sidang yang dilaksanakan secara daring oleh Pengadilan Negeri Tasikmalaya.

Oleh sebab itu, hakim menjatuhkan vonis denda Rp5 juta atau subsider kurungan 5 hari penjara kepada Endang Uloh.

Habib Muannas menilai bahwa keputusan hakim tersebut salah, menurutnya perlu adanya pendekatan sosialisasi kepada pedagang kaki lima.

“Ini keliru kata saya, mestinya kepedagang kaki 5 pendekatan sosialisasi,” ujar habib Muannas di akun Twitternya @muannas_alaidid pada 9 Juli 2021 malam.

Ketidaksetujuannya atas vonis tersebut karena hal itu terlalu mendadak, apalagi para pedangang kaki lima tidak pernah diberi himbauan atau ditegur.

“Jangan orang ngak pernah dihimbau, dinasehati, diberi teguran, tiba2 disidang disuruh bayar denda 5jt/penjara 5 hari,” tegas Muannas.

Politisi PSI tersebut mengatakan bahwa pendapatan tukang bubur itu tak seberapa. Bahkan hasil yang didapatkan hari ini hanya cukup untuk makan besoknya, dan begitu seterusnya.

“Jual bubur berapa untung? dapat duit hari ini hanya untuk besok, dapat untung besok juga cukup hanya buat lusa,” ungkap Muannas Alaidid.

Tukang bubur itu mengaku berat menerima vonis tersebut. Pasalnya dia sudah berusaha melarang pelanggannya makan di tempat, namun tidak dituruti.

(Suara Islam)

Loading...