Tuding Taliban Berbohong, Prancis Tegaskan Tak Sudi Berhubungan

Ilustrasi

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian mengungkapkan Taliban berbohong. Dengan demikian, Prancis menegaskan Prancis tidak akan memiliki hubungan apa pun dengan pemerintahnya yang baru dibentuk.

“Mereka mengatakan mereka akan membiarkan beberapa orang asing dan warga Afghanistan pergi dengan bebas dan (berbicara) tentang pemerintahan yang inklusif dan representatif, tetapi mereka berbohong,” kata Le Drian di France 5 TV dilansir Reuters dari Antara, Minggu, 12 September.

“Prancis menolak untuk mengakui atau memiliki hubungan apa pun dengan pemerintah ini. Kami menginginkan tindakan dari Taliban dan mereka akan membutuhkan ruang bernafas ekonomi dan hubungan internasional. Terserah mereka.”

Paris telah mengevakuasi sekitar 3.000 orang dan telah mengadakan pembicaraan teknis dengan Taliban untuk memungkinkan keberangkatan tersebut.

Le Drian, yang menuju ke ibu kota Qatar, Doha, Minggu, mengatakan masih ada beberapa warga negara Prancis dan beberapa ratus warga Afghanistan yang memiliki hubungan dengan Prancis yang tersisa di Afghanistan.

Sejak mengambil alih kekuasaan pada 15 Agustus lalu, Taliban kerap menyatakan bahwa pihaknya bakal menjadi pemerintahan yang terbuka dan inklusif, termasuk memberi ruang menjabat untuk perempuan.

Namun, kenyataannya tidak seperti itu. Baru-baru ini, Taliban mengumumkan kabinet interim mereka yang seluruhnya diisi oleh petinggi veteran kelompok itu.

Semuanya merupakan laki-laki, tanpa ada wakil dari golongan dan kelompok lain di Afghanistan, termasuk wakil perempuan.

“(Taliban) berkomitmen untuk membiarkan perempuan bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip Islam,” kata juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, pada pertengahan Agustus lalu.

Susunan kabinet baru Afghanistan itu pun memicu rasa prihatin dari banyak pihak atas janji-janji Taliban ketika mengklaim berkuasa lagi, mulai dari Iran hingga Amerika Serikat.

(Suara Islam)

Loading...