Testimoni Mengejutkan dari Istri Teroris ISIS yang Berhasil Kabur dari Raqqa Suriah

Noor al-Huda al-Qassim adalah salah satu istri dari teroris ISIS yang berhasil melarikan diri

Beberapa orang istri dari kawanan teroris ISIS melarikan diri dari Raqqa Suriah dan Mosul Iraq dan mengaku menyesal telah bergabung dengan kelompok ‘yang menyimpang dari Islam’. (baca juga: Sakit-sakitan, WNI di Wilayah ISIS Ini Ingin Kembali ke Indonesia)

Entah mereka bergabung dengan suami mereka dengan sukarela atau tidak, banyak istri dari militan ISIS mengatakan bahwa anggota kelompok ekstremis kelompok tersebut sangat menginginkan keluarga mereka bisa kabur saat angkatan bersenjata Iraq mulai mendekati kota-kota yang dekat dengan pusat Mosul.

“Kami tidak menginginkan apapun kecuali kembali ke negara asal kami. Kami menyesali keputusan kami yang datang ke sini dan bergabung dengan suami kami di tempat pertama,” kata seorang wanita, yang ingin tetap tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada Al Arabiya. (baca: Apa yang Terjadi Bila Anak-anakmu Bergabung dengan ISIS?)

Pasukan Iraq pada hari Senin menguasai distrik al-Farouq di sisi barat laut Mosul, Senin. Lingkungan ini terletak di seberang Masjid al-Nuri yang bersejarah, yang dihancurkan oleh ISIS minggu lalu. (baca: Ini Foto-foto 7 Situs Bersejarah yang Dihancurkan ISIS)

Di Raqqa, pejuang yang didukung AS merebut seperempat Raqqa dari kelompok ISIS Suriah, kurang dari tiga minggu setelah mereka pertama kali memasuki kota utara.

Noor al-Huda al-Qassim adalah salah satu istri yang berhasil melarikan diri dengan bantuan suaminya sendiri, yang mengatakan situasi di Raqqa makin diselimuti putus asa sehingga dia memaksa istrinya untuk menyamar sebagai pengungsi dan melarikan diri dengan warga sipil.

“Suami saya mendatangi saya dan mengatakan yang penting sekarang adalah kamu meninggalkan negara bagian (ISIS) dan kami akan berusaha agar kamu bisa bertemu keluarga kamu,” katanya.

Banyak wanita bergabung dengan ISIS pada tahun 2014 dengan sukarela setelah kelompok teroris tersebut membuka sebuah “kantor pernikahan” bagi wanita yang ingin menikahi militannya di Suriah. Namun, wanita yang lolos dari kelompok tersebut mengatakan kepada Al Arabiya bahwa banyak wanita dengan cepat menjadi kecewa begitu mereka menyadari realitas kehidupan di bawah peraturan ISIS. (baca juga: Video: Gus Nuril: Gebuk ISIS di Indonesia, Jangan Sampai Seperti Marawi!)

“Yang terpenting, kami menyesal bergabung dengan kelompok yang menyimpang dari Islam,” kata istri ISIS yang tidak disebutkan namanya itu.

(alarabiyanet/suaraislam)

Loading...