Tengku Zul dan Ribuan Bidadarinya

Beda dengan banyak orang, saya termasuk yang sedih dengan meninggalnya Tengku Zul..

Saya sering menggodanya dengan kata “ayah naen”. Itu karena ada twit seseorang yang kenal dengan dia, dan dia sering dipanggil begitu. Mungkin karena nama anaknya Naen.

Saya juga sering menggodanya dengan kata “pemain organ tunggal”. Dengar2, memang itulah profesinya dulu sebelum dikenal sebagai “ustad”.

Tengku Zul ketika digodain jarang baperan. Meski dia dan saya ada di posisi berbeda, kami tidak pernah memblokir sesama. Buat saya, menggoda Tengku Zul adalah keasikan tersendiri. Begitu juga dengan dia.

Orangnya kocak sebenarnya. Dan pemahaman agamanya masih materialistik. Buktinya dia masih saja berfikir ada ribuan bidadari yang akan menyambutnya bak pahlawan ketika dia di surga nanti. Dia tidak pernah berfikir bahwa mungkin saja itu bahasa metafora, tidak menggambarkan secara fisik tapi simbol belaka..

Sekarang dia sudah meninggal. Mungkin karena penyakit bawaan yang sudah lama diderita, dan terpicu oleh Covid sehingga tidak bertahan lama.

Selamat jalan, Tengku Zul. Semoga baik2 saja disana. Saya kehilangan teman bertukar sapa. Gak tau kenapa, saya menganggap anda itu teman saya. Meski cara berteman kita aneh, tapi itulah yang sebenarnya..

Semoga cita2mu disambut bidadari bisa terlaksana. Saya masih seruput kopi dulu, menunggu waktu yang tersisa..

Seruput..

Denny Siregar

Sumber: https://www.facebook.com/100057657159689/posts/222319949699909/

(Suara Islam)

Loading...