Tengku Zul dan Kita

Hari hari ini ramai lagi orang membicarakan manusia lalat Si Zul anak sekolahan. Ya Zul yang dipiara oleh pihak *sana*.

Tapi kali ini dia sudah kebangetan dan makin membuat kita sebagai bangsa ikut terhina, karena manusia lalat ini memang seharusnya tidak tinggal di Indonesia, bagaimana bisa dia menghina suku Jawa dengan seenaknya. Herannya sudah selalu dia melontarkan kacian dan hinaan kelas dewa namun tetap dia aman aman saja. Lain dengan kita, sebenarnya ada apa, apa kita sdg dilanda keram hukum. Atau para pemegang otoritas sedang sesak nafas.

Pengalaman saya selama berselancar di medsos pernah di hantam badai, dua tahun lalu saya berurusan dgn Kokam Pemuda Muhammadyah krn katanya saya menghina DS, padahal saya menanyakan isi ceramah dia soal kesenjangan ekonomi yang dikaitkan etnis tertentu, kok baru bicara sekarang, padahal di zaman orba dia pernah jadi kepala tim riset ekonomi Golkar selama 3 thn, terus lu kemana aja, kok skrg nanya, lha kalimat itu katanya memfitnah. Bagaimana dgn tipisnya bibir Zul, yg seluruh org Jawa merasa direndahkan, tapi dia tetap cengengesan, hukum kita bak keram otak tak bergerak.

Yang kedua, sebulan lalu saya di datangi petugas Polda Jatim krn tulisan saya HASUTAN KIAN MENCEKAM dianggap menebar fitnah, saya di BAP, tapi saya tak diberi tahu siapa yg melapor, ada gestur saya akan di tahan, untung mereka memberi saya ruang *test* mungkin mereka mau coba saya punya jaringan siapa di lembaga dewa itu. Saya jujur tdk mau merepotkan teman yg ada di korp mereka, namun terpaksa saya lakukan menelpon teman yg baik di dalam, mereka ada yg bintang dan calon bintang, akhirnya saya di suruh pulang, tp HP saya tetap lenyap. Bandingkan sekali lagi dgn Zul, ada apa, kenapa, haha jadi ingat Djoko Tjandra, jendralnya saja dipidana bagaimana ratusan ribu lainnya yg setiap hari berkeliaran, kita yg lemah jadi santapan bak kudapan.

Begitulah laba-laba.

Iyyas Subiakto

Sumber: https://www.facebook.com/100000422280327/posts/3467591296598246/

(Suara Islam)

Loading...