Teladan Unik Ulama NU Menurut Gus Yahya

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengatakan bahwa ulama-ulama Nahdlatul Ulama (NU) memiliki teladan unik yang menjadikannya berbeda dengan ulama-ulama di negara lain.

Menurutnya, teladan itu terpancar dari khidmah para ulama terhadap ilmu dan juga membimbing umat.

“Ini adalah latifah (kelembutan) kiai-kiai kita sejak dulu. Sebagai khudamaul ilm tidak membatasi diri khidmah kepada saja tetapi beliau-beliau juga melakukan peran riayatul ummah (mengasuh umat). Dan itu merupakan keunikan dari kiai-kiai kita,” kata Gus Yahya dikutip dari NU Online, pada Selasa (2/8/2022).

Beliau mengatakan khidmah ulama di negara lain hanya terhadap ilmu, seperti mengajar, menulis kitab-kitab, dan seterusnya. Kemudian Gus Yahya mencontohkan segala macam kebutuhan umat, mulai dari yang bersifat profan hingga sakral.

“Mau kawin datang ke kiai, mau nyunatin anak datang ke kiai, mau nyalon bupati atau walikota datang ke kiai,” lanjut Gus Yahya.

Selain teladan di atas, sambutan yang disampaikan Gus Yahya dalam acara pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang di Hotel Aria Gajayana Ahad kemarin, juga berisi kisah keberuntunganya saat terpilih menjadi Ketua Umum PBNU dalam helatan Muktamar di Lampung tahun lalu.

“Jadi Ketua Umum PBNU pas menjelang dua abad NU,” cerita Gus Yahya.

Dengan kelakarnya yang khas, Gus Yahya mengatakan bahwa tidak akan ada Ketua Umum sepertinya sampai seratus tahun mendatang. Kelakar ini beralasan, karena mengulangi lipatan abad untuk yang ketiga kalinya, butuh waktu 100 tahun lagi lamanya.

Kendati demikian, beliau tidak menampik bahwa keberuntungan mempunyai hubungan erat dengan takdir Allah.

Sumber: peradaban.id

(Suara Islam)

Loading...