Tak Seperti Gus Muwafiq, Abdul Somad Tuai Polemik Ceramah di KPK. Ini Perbedaannya!

KPK menggelar silaturahmi kebangsaan dan doa bersama untuk negeri di Gedung Merah Putih. Pada Selasa (19/11), yang mengisi tausiah ialah Ustaz Abdul Somad (UAS).

Pada Rabu (20/11) ini, giliran Kiai NU, Ahmad Muwafiq atau dikenal sebagai Gus Muwafiq, yang diundang untuk mengisi kajian.

Menurut pantauan kumparan di lokasi, Gus Muwafiq tengah memberikan tausiahnya di hadapan pegawai KPK.

Turut hadir di acara itu seluruh pimpinan KPK yakni Agus Rahardjo, Basaria Panjaitan, Alexander Marwata, Laode M Syarif, dan Saut Situmorang. Seluruh pimpinan KPK itu duduk lesehan, membaur dengan pegawai KPK lainnya.

Di awal tausiahnya, Gus Muwafiq menyinggung munculnya fenomena bendera HTI di tengah kehidupan berbangsa. Padahal, kata Gus Muwafiq, Indonesia telah memiliki bendera Merah Putih.

Tausiah Gus Muwafiq digelar terbuka dan boleh diliput wartawan, bahkan juga turut dihadiri seluruh pimpinan KPK.

Berbeda dengan Gus Muwafiq, tausiah Abdul Somad digelar tertutup dan hanya untuk internal KPK.

KPK mengatakan, undangan untuk Gus Muwafiq atas nama lembaga. Sementara UAS, bukan KPK yang mengundang. Staf yang mengundang UAS tersebut tergabung dalam organisasi kegiatan keagamaan internal, yaitu Badan Amal Islam KPK (BAIK).

“Kalau Ustaz Somad sama sekali bukan lembaga. Jadi ada beberapa staf yang pada waktu itu kajian zuhur mengundang ustaz Somad,” kata Agus di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta pusat, Rabu (20/11).

Bahkan, kata Agus, ia sudah mencegah BAIK untuk mengundang UAS. Sebab menurut Agus, UAS pernah terlibat kontroversi.

“Bahkan sebelumnya malamnya diberitahu, sebetulnya pimpinan sudah mencegah. Bukan mencegah kapasitas UAS, tapi kan di beberapa waktu lalu pernah ada kontroversi ya mengenai beliau,” kata Agus.

Sumber berita: Kumparan

(suaraislam)