Tak Muncul Pasca Penangkapan Petinggi KAMI, Keberadaan Gatot Dipertanyakan

Gatot Nurmantyo (Rachman Haryanto/detikcom)

Tiga petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) resmi ditahan. Ketiganya adalah Syahganda Nainggolan, Anton Permana, dan terakhir Jumhur Hidayat.

Penangkapan sejumlah deklarator dan anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI)oleh kepolisian mengejutkan publik.

Terlebih, penangkapan mereka bersamaan dengan momentum aksi demonstrasi penolakan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja beberapa waktu lalu.

Meski telah menyatakan sikap terkait aksi penangkapan itu, namun Presidium KAMI, Jenderal Purn Gatot Nurmantyo yang menjadi tokoh sentral organisasi tersebut belum juga menjenguk rekan-rekannya di penjara. Keberadaan Gatot pun dipertanyakan.

Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (Sudra), Fadhli Harahab menduga Gatot dkk sedang menyusun strategi menyikapi penangkapan rekan-rekannya. .
“Mungkin konsolidasi dan mengatur strategi. Upaya pendampingan hukum sudah pasti,” kata Fadhli seperti dikutip dari  SINDOnews, Kamis (15/10/2020).

Dia menilai penangkapan aktivis KAMI oleh kepolisian sebagai shock therapy bagi koalisi KAMI. “Bisa jadi penangkapan itu merupakan tekanan untuk meredam gerakan. Tetapi yang menarik itu sikap KAMI khususnya GN (Gatot Nurmantyo) pasca penangkapan. Apakah akan semakin frontal atau justru melempem,” ujarnya

(Suara Islam)

Loading...