Syuriah PWNU DKI Nasihati UAS Agar Belajar Dakwah dari Gus Dur

Suriyah PWNU DKI, KH Muzakki Cholish merespons penolakan Singapura terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS) untuk masuk wilayahnya. Menurut Cholish, UAS perlu meninjau kembali metode dakwahnya. Bahkan dia mendorong agar belajar dari Gus Dur dan kearifan para sahabat Nabi yang dakwah ke berbagai pelosok negeri seperti Sa’ad bin Abi Waqas ke Tiongkok.

“Gus Dur lebih ulama dari UAS, dengan cara dakwah yang lembut, Gus Dur bukan saja diterima tapi dikagumi oleh umat non-muslim sekalipun. Saya kira, model dakwah Gus Dur itu sangat kontekstual saat ini,” ujar Cholish kepada wartawan, Kamis (19/5/2022).

Cholish juga meminta UAS tidak menanggapi penolakan tersebut secara berlebihan. Apalagi, kata dia, marah atas penolakan tersebut. Dalam sejarah Islam, kata dia, para sahabat yang diutus Nabi Muhammad untuk membawa surat-surat juga banyak mengalami penolakan dan bahkan dihina.

“Tapi karena niat mereka untuk dakwah, mereka gak marah. Ada raja yang nyobek-nyobek suratnya nabi dan mengusir sahabat Nabi seperti Raja Persia, ada juga yang menerima dengan baik seperti Raja Najasyi,” ungkap dia.

“UAS gak perlu marah-marah. Woles aja, tepo seliro, introspeksi diri karena kebenaran yang kita sampaikan belum tentu dianggap bener oleh orang lain. Ulama harus banyak introspeksi diri agar apa yang disampaikan kepada umat dan semua manusia bisa diterima dengan baik,” tutur dia menambahkan.

Lebih lanjut Cholish mengatakan bahwa Singapura bukan negara anti-Islam. Bahkan, kata dia, Singapura mengagumi ulama-ulama Indonesia dan sangat menghormati keberadaan Islam di Nusantara.

“Singapura negara yang mengagumi Islam, dia tidak anti-Islam, bisa dilihat dari pidato perdana menteri Singapura, Lee Hsien Loong, ia sangat mengagumi dan menghormati Islam di Nusantara,” pungkas Cholish.

Diketahui, Pemerintah Singapura telah menjelaskan alasan penolakannya terhadap UAS dan rombongannya untuk masuk wilayah Singapura. Kementerian Dalam Negeri Singapura menyebutkan UAS Ditolak karena konten ceramahnya yang dinilai ekstrimis, sesuai apa yang disampaikan oleh Kemendagri Singapura.

Kemendagri Singapura menilai UAS sebagai dai ekstremis dan segregasionis, di mana ajaran-ajaran tersebut tidak diterima di Singapura dengan masyarakat yang multiras dan agama.

(Suara Islam)

Loading...