Suul Adab kepada NU, GP Ansor Siap Tindak Tegas Sugi Nur-Refly Harun

Sugi Nur dan Refly Harun saat berbincang di Chanel YouTube Refly Harun. (Screenshoot). / Jambi Ekspres Online

Video Sugi Nur Raharja dan Refly Harun, seorang ahli hukum tata negara yang juga pengamat politik Indonesia viral di media sosial karena dinilai melecehkan dan menghina Nahdlatul Ulama (NU).

Video di akun YouTube Refly tersebut dinilai sangat tidak pantas seorang ahli hukum dan pengamat politik mengundang narasumber yang tidak kredibel serta kontroversi memecah belah umat seperti Sugi Nur.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Gus Yaqut Cholil Qoumas, saat mengetahui viralnya hal tersebut berencana melaporkan Sugi Nur dan Refly ke pihak yang berwajib. Sebab dinilai fitnah dan ngawur dalam pernyataanya.

“Saya tidak akan komentar soal pernyataannya. Saya hanya akan pastikan, Sugi akan menerima akibat hukum setimpal atas pernyataan ngawur dan fitnahnya. Refly Harun juga akan kita proses bersamaan melalui LBH GP Ansor,” tegas Gus Yaqut, Senin (19/10).

Gus Yaqut mengatakan pelaporan akan dilakuakan dalam waktu dekat. Namun, ia belum menjelaskan detail ke mana pelaporan itu dilakukan, apakah Bareskrim Mabes Polri atau Polda Metro Jaya. “Satu dua hari ini (melapor),” ujarnya.

Diketahui, Sugi Nur Raharja, melontarkan komentar tidak bermoral terkait organisasi yang membesarkannya, Nahdlatul Ulama (NU). Ia mengibaratkan NU adalah bus yang memiliki ketidakberesan pada sopir, kernet, dan penumpangnya.

Dikutip dari tayangan YouTube Refly Harun, Senin (19/20), Gus Nur menyebut bahwa NU telah mengalami perubahan 180 derajat pada era Presiden Jokowi.

“Setelah rezim ini lahir, tiba-tiba 180 derajat berubah. Saya ibarat NU sekarang seperti bus umum sopirnya mabuk, kondekturnya teler, kernetnya juga begitu, dan penumpangnya kurang ajar semua. Perokok juga, nyanyi juga, buka aurat juga, dangdutan juga. Jadi kesucian NU yang selama ini saya kenal itu enggak ada sekarang ini,” kata Sugi Nur.

Dengan seenaknya tanpa adab dan akal. Iapun menyebut sejumlah nama politikus dan mengaitkannya dengan perumpamaan ‘bus NU’ tadi.

“Bisa jadi kernetnya Abu Janda, bisa jadi kondekturnya Gus Yaqut, dan sopirnya Kiai Aqil Siraj. Mungkin begitu. Nah, penumpangnya liberal, sekuler, PKI, macam-macam,” sebut Sugi Nur.

Oleh karena perbedaan situasi dalam NU yang ia kenal tersebut, dengan ngawur Sugi Nur mengaku dirinya kemudian turun dari ‘bus’.

“Selama ini saya enggak ada setahu saya ngerokok, minum, campur. Nah pusing lah saya, turun lah,” lanjut dia.

Selain menyoroti masalah internal dalam tubuh NU, Sugik Nur dengan ketidakberadabannya juga mengomentari sejumlah tokoh dan kiai NU yang keluar masuk Istana.

“Tiba-tiba saya juga berontak. Ada kiai yang saya hormati keluar masuk Istana, keluar masuk ranah kekuasaan, udah main duit, money politics. Lah ini kan berontak,” ujar Sugi Nur.

Ia mengomentari Wakil Presiden Kiai Maruf Amin yang semula ia hormati dan ciumi tangannya sebagai seorang kiai.

“Di mata saya Kiai Haji Maruf Amien itu ulama, dulu ya. Saya cium tangannya Bang, NU itu orangnya salah benar ikut Pak Kiai, ya,” katanya.

“Sekarang ini, seorang kiai sudah sepuh tiba-tiba diajak tepuk tangan di panggung dangdut, tiba tiba BPJS halal jadi haram, generasi muda dikenalkan ke K-pop, dan banyak hal yang membuat saya marah,” lanjutnya.

Ia lantas memperingatkan warga NU yang seharusnya bereaksi kala mengetahui seorang kiai diperlakukan demikian. Tidak komitmennya Sugi Nur dalam menilai Nu dan Kiainya merupakan bukti ketidakcerdasan akal pikiran, serta ketidak berakhlaknya dirinya (Sugi Nur). Padahal sebelumnya, lantaran begitu gencar mengkritik NU, ia kerap terperosok. Ia bahkan sempat dijatuhi vonis 1,5 tahun karena melecehkan NU.

(Suara Islam)

Loading...