Social Distancing Versi Anies yang ‘Gak Bener’

Gubernur DKI, Anies Baswedan. (Suara.com/Fakhri)

Kebijakan Gubernur DKI Anies Baswedan untuk menerapkan social distancing banyak dikritik warganet.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau warga DKI untuk terus melakukan social distancing atau mengatur jarak aman untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). Anies bahkan mengharuskan semua pihak melakukan social distancing secara disiplin.

“Kita membutuhkan kerja sama dukungan dari seluruh masyarakat untuk bisa mengendalikan penyebaran COVID-19 terus dikampanyekan dan harus dikerjakan oleh semua pihak secara disiplin, yaitu menjaga jarak aman atau biasa disebut social distancing,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020) seperti dikutip dari detik.com.

Namun banyak pihak yang menganggap himbauan Anies untuk melakukan social distancing hanyalah bualan belaka. Faktanya, banyak warganet mengkritik dan menilai kebijakan Anies untuk social distancing tersebut sangat blunder.

Pegiat media sosial, Muhammad Zazuli juga memberikan kritik kepada Anies yang dinilai tidak benar membuat kebijakan sosial distancing untuk menekan penyebaran virus Corona.

Dalam akun FBnya, Muhammad Zazuli menyebut setidaknya ada tiga kebijakan Anies yang tak bener dalam menerapkan social distancing: Pertama; Mengurangi jumlah dan rute transportasi massal hingga orang antri berjubel dan berdesakan. Kedua; Bikin pasar murah dimana orang banyak bisa berkerumun dan berdesak-desakan. Dan ketiga: Bikin panggung hiburan yang bisa mengumpulkan banyak massa untuk dibagiin masker.

Dari tiga kebijakan blunder diatas tersebut, Apakah keliru jika Google menyebut Anies gubernur terbodoh?

(suaraislam)

Loading...