Soal Wacana Pulangkan WNI Eks ISIS, Mantan Teroris Angkat Bicara

Suasana pengungsian WNI eks ISIS di Al-Hawl, Suriah, 23 Mei 2019. TEMPO/Hussein Abri Dongoram

Mantan narapidana terorisme, Muhammad Sofyan Tsauri mengaku tak setuju atas wacana pemerintah memulangkan 600 WNI eks anggota ISIS ke Indonesia. Selain khawatir akan potensi buruk yang ditimbulkan, para teroris menurut dia tak sepenuhnya mampu meninggalkan pemahamannya.

“Saya termasuk orang yang nggak setuju walaupun saya mantan teroris, karena saya tahu betul bahwa pemahaman ini sangat berbahaya,” kata Sofyan saat dihubungi TeropongSenayan, Kamis (6/2/2020).

Mantan narapidana yang pernah bergabung dengan Jamaah Anshar Daulah (JAD) ini menjelaskan, tren baru anggota teroris yang melibatkan perempuan dan anak-anak menunjukkan betapa nekatnya orang-orang yang telah terpapar ideologi terorisme. Keadaan seperti itu akan menjadi kendala bagi pemerintah yang hendak memulangkan mereka dari Timur Tengah ke Tanah Air.

Namun, jika pemerintah merasa perlu bertanggungjawab atas hak warga negaranya, menurut Sofyan, pemerintah perlu mengambil langkah identifikasi yang ketat terhadap mereka.

“Perlu ada scanning khusus lagi. Saya kira pemerintah punya quisioner identifikasi atau cara-cara bagaimana mengidentifikasi orang ini masih berbahaya atau tidak. Kita harus mempunyai instrumen yang mana kita bisa mengidentifikasikan kadar radikalisme orang tersebut,” jelas dia.

Bagi yang tak memenuhi kriteria dalam proses scanning tersebut, menurut Sofyan pemerintah tak perlu nekat membawa mereka pulang. “Bagaimana kalau nanti seandainya mereka transfer ideologi atau pemahaman, ini kan sangat berbahaya,” ujarnya.

Pria yang juga mantan anggota Polri ini mengungkapkan, kepulangan bekas teroris ke Indonesia dapat menjadi pemicu kelompok-kelompok lainnya untuk melakukan hal yang sama sepertu yang pernah dilakukan mantan ISIS ini di Suriah dan Irak.

Sebab, kekalahan ISIS di Timur Tengah boleh jadi menimbulkan dendam bagi simpatisannya di Indonesia. Apalagi, kala ada WNI anggota ISIS yang akan dipulangkan dari sana dan dinyatakan menerima ideologi NKRI.

Sofyan menyarakan pemerintah untuk mempertimbangkan dengan matang atas wacana maupun rencana memulangkan mereka ke Tanah Air.

“Orang yang tidak pernah berkecimpung dan mengetahui kelompok-kelompok ini, tidak akan pernah tahu bagaimana diri mereka itu” tandasnya.

Sumber: https://babe.topbuzz.com/a/6790198841355272706?app_id=1124&c=tw&gid=6790198841355272706&impr_id=6790236318691428610&language=id&region=id&user_id=6766396221365928962

(suaraislam)

Loading...