Soal Pernyataan Kepala BPIP, Ini Komentar Guru Besar UIN Jogja M. Machasin

Berikut komentar Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Dr. Muhammad Machasin soal pernyataan Kepala BPIP yang viral di media sosial.

Musuh Kita Tertawa-tawa’

Berita tentang pernyataan kontroversial Kepala BPIP menyebar. Dikabarkan ia menyatakan bahwa “Agama musuh terbesar Pancasila”. Berita lain menanggapi dengan keras: Ia harus dipecat; ia telah menghina agama; ia bodoh dan tak pantas; dst. dst. Ada berita yang lebih lunak: Ia harus memberikan klarifikasi; kita tunggu klarifikasinya; dsb. dsb. Ada yang husnuzon: Tak mungkin ia mengatakan itu; pasti terjadi pemelintiran berita; aku percaya dia, dll. dlsb.

Itu semua adalah berita dan tanggapan atas berita. Sulit dipercaya kebenarannya. Akan tetapi, ada indikasi bahwa banyak orang percaya dan melakukan tindakan terhadapnya. Ini sikap yang tidak pada tempatnya. Berita selalu tidak sesuai dengan kenyataan. Selalu ada pengurangan dan penambahan, bahkan mungkin juga penyimpangan. Itu semua bisa disengaja atau tidak disengaja.

Ketidaksengajaan bisa berasal dari ketidakmengertian pembuat berita mengenai apa yang terjadi atau apa yang terucap oleh tokoh yang diberitakan, bisa jadi karena ada beberapa hal yang tak tertangkap, bisa jadi karena kelalaian dst. Karena itu, orang yang mendengar atau membaca berita mesti berhati-hati. Kecerobohan dalam menerima berita bisa berakibat pada terjadinya persepsi dan tindakan-tindakan yang keliru bahkan menimbulkan kerusakan.

Karena itu, tabayyun atau cek dan ricek mesti dilakukan. Jika tidak, bisa jadi kita akan harus menyesal karena telah melakukan kerusakan dan/atau ketidakadilan kepada orang lain atas dasar berita yang tidak benar.
Musuh kita akan tertawa-tawa melihat kebodohan dan kekanak-kanakan kita dalam memakan berita-berita bohong yang mereka sebarkan. Siapa musuh kita? Ya, para penyebar berita bohong itu.

Kalau akan dipakai bahan khutbah besuk, tinggal tambahkan ayat:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ. 49: الحجرات:
6.

Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu. (49: 6)

Sumber: FB Muhammad Machasin

(suaraislam)

Loading...