Siapakah pemilik “Rumah Proklamasi” di Pegangsaan Timur 56?

Ada yang mengatakan bahwa itu rumah Baron van Asbeck yang dibeli Faradj bin Said Awad Martak (Paman Yusuf Martak (ketua GNPF)) yang kemudian dihadiahkan kepada Bung Karno sahabat dekat Ali bin Faradj.

Pada 14 Agustus 1950, menteri pekerjaan Umum, Ir. M. Sitompul memberikan tanda penghargaan kepada Faradj.

Terlihat tidak ada masalah, tetapi kalau kita cek terdapat beberapa kejanggalan:

Pertama, Klaim Rumah Proklamasi dibeli Faradj baru muncul sekitar tahun 2017. Sebelumnya kemana aje?

Kedua, tidak ada satupun foto yang Kedekatan Bung Karno dengan keluarga Martak. Padahal Bung Karno bolak-balik ke rumah Ali bin Faradj di Bogor.

Ketiga, klaim Faradj membeli rumah Baron Van Asbec sangat aneh karena zaman itu Jepang selalu merampas rumah orang Belanda. Kebetulan saat itu hanya tersisa di Pegangsaan Timur 56.

Keempat, sebenarnya Bung Karno tidak hanya dihadiahi “Rumah Proklamasi” oleh Shimizu Hitoshi (kepala propaganda Jepang) tetapi juga mobil kepresidenan pertama juga kain merah dan putih untuk dijahit Fatmawati dengan saksi sejarah May Jend Chairul Basri. Bisa dicek di wikipedia tentang Shimizu Hitoshi juga pendapat sejarahwan Hoesein Rushdy.

Kelima, Bung Karno akhirnya menghancurkan rumah itu dan menggantinya dengan Patung Tugu Proklamasi karena menganggap “Rumah Proklamasi” mencerminkan feodalisme Belanda. Andai rumah itu pemberian keluarga Martak, sepertinya kurang sopan kalau dihancurkan.

Tetapi lagi-lagi muncul pertanyaan:

Kalau Rumah Proklamasi pemberian Shimizu, artinya penghargaan M. Sitompul kepada Faradj itu hoax. Dan penghargaan ini juga aneh, kenapa Bukan Bung Karno sendiri yang menandatangani. Toh hanya demi “madu arab” BK menulis surat terima kasih yang ditandatanganinya sendiri (lagi-lagi kalau ini bukan hoax).

Ada baiknya pemerintah segera mengklarifikasi kesimpang-siuran ini. Jangan sampai generasi muda dipenuhi oleh “sejarah sampah.”

Lutfi Bakhtiyar

Sumber: https://facebook.com/story.php?story_fbid=10218591259828858&id=1117673302

(Suara Islam)

Loading...