Shalat Khusyuk Perspektif Al-Ghazali

Berdasarkan pemahaman terhadap analisa Hujjatul Islam al-Imam Al Ghazali (405-505 H/1058-1111 M), filsuf, teolog, ahli hukum dan tokoh sufi Ahlussunah wal Jama’ah asal kota kuno Thus Persia, saya berkesimpulan, bahwa kekhusyukan shalat tergantung himmah atau motivasi-orientasi hidup yang mendominasi seseorang.

Bila himmah hidupnya adalah akhirat dan ridha Allah, maka shalat dan ibadah apapun yang dilakukan sangat berkemungkinan penuh kekhusyukan.

Lain halnya bila kondisinya berkesebalikan.

Dalam bahasa Jawa bisa diungkapkan: “Ndak mungkin awak kedonyan biso solat khusyuk.” Ya Allah …

Sekarang tantangannya adalah mengganti orientasi. Dari orientasi dunia fana menjadi orientasi akhirat dan ridha Allah.

Change orientation. From the orientation of the mortal world to the orientation of the hereafter and the pleasure of Allah.

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ …
____
Sumber: Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Al-Ghazali, Ihya’ ‘Ulum ad-Din, (Jeddah, Dar Al-Minhaj: 1432 H/2011 M), cetakan pertama, jilid I, halaman 600.

Bonus slide PDF: SUKSES MERAIH RAHASIA SHALAT PERSPEKTIF AL-GHAZALI:
https://aswajamuda.com/slide-sukses-meraih-rahasia-shalat/

Sumber: FB Taha Ahmadmun 

(suaraislam)

Loading...