Sesalkan Pengurus Masjid Larang Warga Bermasker, Habib Baharun: Beragama Harus Pakai Logika

Habib Muhammad Baharun mengungkapkan apa yang terjadi di Masjid Al Amanah, Kota Bekasi, harusnya tidak terjadi. Pengurus masjid melarang jemaah memakai masker merupakan sebuah kekeliruan.

“Memang benar orang masuk masjid harus terjamin aman, karena kewajiban ta’mir/masjidlah yang mesti memberikan rasa aman. Namun dari mana ta’mir tahu orang itu imun dan tidak bawa penyakit?” kata Baharun seperti dikutip dari kumparan, Senin (3/5).

Agamalah, kata dia, yang mengatur bagaimana seharusnya adab orang masuk masjid. Harus bersih dengan cara cuci tangan dan berwudu.

Kemudian di situasi pandemi COVID-19 harus pakai masker dan jaga jarak. Keduanya adalah ikhtiar sebagai mukmin yang harus dipenuhi agar tidak mencelakakan orang lain dan dirinya dari wabah yang sudah nyata-nyata merajalela.

“Mengapa orang yang sakit tidak wajib masuk masjid, maksudnya agar penyakitnya tidak tertular,” kata Ketua Bidang Dakwah Tarbiyah PERTI itu.

Aturan Protokol Kesehatan (Prokes) ini hakikatnya untuk menyelamatkan orang lain dari penularan penyakit. Kita jadi zalim jika membiarkan masjid jadi klaster wabah COVID-19.

“Beragama itu harus pakai logika dan jangan dengan retorika. Jika para dokter menyatakan wabah COVID-19 itu berbahaya dan dapat mengancam jiwa manusia maka kita wajib menjaga nyawa (hifzun nafs),” kata mubaligh yang juga pembina Ponpes AL-MALIKI, Jawa Timur.

(Suara Islam)

Loading...