Selamat, Film “Jalan Dakwah Pesantren” Diputar di Belanda

Jalan Dakwah the Movie

Selasa (28/3) mendatang, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda menggelar bedah film Jalan Dakwah Pesantren yang disutradarai oleh Yuda Kurniawan di kampus Vrije University Amsterdam pada pukul 16.00-19.00 CET. Bedah film akan dilanjutkan dengan dialog interaktif bertema “The Role of Pesantren in Maintaining the ‘Unity and Diversity’ in Indonesia”.

Baca:

Dito Alif Pratama, koordinator acara, mengatakan, akan hadir dalam kesempatan ini Hamzah Sahal, aktivis media NU yang juga produser film tersebut. Sedangkan sebagai pembahas dalam sesi dialog interaktif adalah Johannes Linandi (pengamat pendidikan, pendeta di Gereja Kristen Indonesia Belanda, Amsterdam), Chris Caplin (peneliti di Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribean Studies atau KITLV, Leiden), dan Irfan L. Sarhindi (penulis buku Kun Fayakun, Kun La Takun dan The Lost Story of Ka’bah, sekaligus peneliti pendidikan dari University College London).

“Beberapa persoalan penting akan diangkat dalam dialog interaktif ini, antara lain bagaimana sistem dan model pendidikan yang diterapkan di banyak Pesantren di Indonesia, bagaimana peran pesantren dalam merawat dan meruwat persatuan dan kesatuan Indonesia yang ber-bhinneka tunggal ika, dan bagaimana aktualisasinya di tengah gejala maraknya ancaman terhadap semangat kebhinekaan belakangan ini,” jelas Dito Alif Pratama dalam siaran pers, Ahad (26/3).

Syahril Siddik, pengurus PCINU Belanda, dalam kesempatan terpisah menjelaskan bahwa kegiatan bedah film dan dialog interaktif ini merupakan salah satu acara dalam rangkaian kegiatan pendukung Konferensi Cabang Istimewa kedua NU Belanda yang berlangsung dari 27 hingga 30 Maret 2017 dengan mengangkat tema “Rethinking Indonesia’s Islam Nusantara: From Local Relevance to Global Significance”.

Menurut Syahril Siddik, berbicara tentang Islam Nusantara tidak akan terlepas dari pesantren yang merupakan lembaga pendidikan Islam khas Indonesia. “Melalui kegiatan bedah film ini kami hendak mengenalkan pada khalayak Eropa bagaimana sesungguhnya Islam Indonesia yang rahmatan lil alaamin, termasuk peran pesantren di dalamnya,” kata mahasiswa PhD Leiden University ini.

Fahmi Fathurrahman, ketua PPI Amsterdam, menianggapi positif dan cukup antuasias dengan penyelenggaraan kegiatan ini. Lebih jauh, Fahmi menegaskan bahwa mahasiswa Indonesia di Belanda mempunyai latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Ada yang pernah mengenyam pendidikan di pesantren, juga ada yang dari sekolah umum, juga banyak yang berasal dari kalangan non-Muslim.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan pemahaman kepada teman-teman mahasiswa di Belanda yang memiliki latar belakang berlainan dan juga kepada khalayak luas, bahwa tugas menjunjung tinggi semangat kebangsaan harus diusung bersama-sama dan bahwa pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memiliki peran penting di dalamnya,” tegas mahasiswa yang sedang studi master di Vrije University Amsterdam ini.

Tidak hanya di Amsterdam, kegiatan bedah film serupa juga akan diselenggarakan di tempat yang berbeda, anatara lain di kota Leiden, Belanda. Acara ini akan diselenggarakan pada tanggal 30 Maret 2017 di Leiden University sebagai kerja sama antara PCI NU Belanda dan PPI Leiden. “Kami berharap kegiatan ini akan memberikan pemahaman yang lebih positif tentang lembaga pesantren yang khas Islam nusantara kepada khalayak Belanda di tengah maraknya Islamphobia belakangan ini,” pungkas Syahril Siddik.

(nuonline/suaraislam)

Loading...