Sebut Kritik Pemimpin itu Bukan Ghibah yang Dilarang Agama, Tengku Zul Diskakmat Warganet

(Instagram/tengkuzulkarnain.id)

Tengku Zulkarnain kembali mendapat hujatan dan sindiran pedas dari warganet setelah mengunggah postingan yang menyebut tindakan mengkritik seorang pemimpin bukanlah tergolong ghibah yang dilarang agama.

“Mengkritik perbuatan pemimpin yang dianggap merugikan rakyat atau agama tidak dapat dikatakan ghibah yang dilarang agama,” cuit Tengku Zul melalui akun jejaring sosial Twitter, @ustadtengkuzul, Senin (3/8/2020).

Wasekjen MUI tersebut mengatakan bahwa mengkritik merupakan perbuatan yang diamanatkan rakyat kepada pemimpin tersebut. Ini berbeda jika yang diungkap masalah pribadi dan tubuhnya.

“Bukankah yang dikritik itu perbuatan yang diamanatkan rakyat padanya? Lain halnya jika yang diungkap masalah pribadi atau tubuhnya yang tidak berkaitan dengan amanat yang dipikul,” kicau Tengku Zul.

Kicauan Tengku Zul mendapat sindiran pedas warganet. Menurut warganet apa yang dilakukan Tengku Zul bukanlah mengkritik, tapi memfitnah dan menyebar provokasi yang jelas-jelas dilarang dalam agama.

“Sah-sah saja Mengkritik pemimpin jika kebijakan yg terbukti tidak pro kepentingan rakyat. Tetapi menghasut, mencaci, memfitnah, memprovokasi, ini jelas dilarang agama. Ngerti ora Zul..?”, ujar akun @Rizmaya__

“Dengkul itu tdk bisa membedakan antara kritik, cacian & hujatan, sehingga kita jadi tau kualitasnya si dengkul”, tambah akun @AndisBoga

(Suara Islam)

Loading...