Sebut Ada Penyusup yang Bakar Bendera PDIP dan PKI, PA 212 dan FPI Cs Dibully Warganet

Pembakaran bendera PKI saat demo tolak RUU HIP. (CNN Indonesia/Thohirin).

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan Gedung MPR/DPR, Edy Mulyadi menyebut pembakaran bendera, termasuk bendera PDI Perjuangan dalam unjuk rasa tersebut di luar rencana.

Bahkan, Edy menuding pembakaran tersebut dilakukan oleh penyusup yang sengaja mencari gara-gara dalam aksi tersebut.

Lebih lanjut, Edy mengklaim pihaknya tak pernah berencana untuk melakukan aksi pembakaran dalam aksi tersebut, baik pembakaran bendera palu arit maupun bendera PDI Perjuangan.

Ia bilang, insiden tersebut di luar rencana dan kendali dirinya sebagai korlap aksi yang memegang kendali lewat pengeras suara dari atas mobil komando.

Edy juga mengaku tak kuasa untuk menghentikan aksi tersebut. Alasan dia, massa sudah kadung emosional dan kecewa pada RUU HIP.

Secara terpisah, Ketua Umum PA 212, Slamet Ma’arif juga mengatakan bahwa pihaknya tidak tahu asal muasal soal bendera PKI. Slamet membantah bahwa bendera berlogo palu arit yang dibakar saat unjuk rasa penolakan RUU HIP, Rabu (24/6) telah disiapkan sendiri oleh pihaknya.

“Ya enggak ada lah,” bantah Slamet lewat pesan singkat seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (25/6).

Pernyataan PA 212 dan FPI Cs mendapat cibiran dan hujatan warganet. Warganet menilai apa yang dikatakan FPI Cs adalah sebuah kebohongan. Politisi Demokrat Ferdinand Hutahean juga ikut berkomentar atas pernyataan PA 212 tersebut.

“Penyusup? Belum apa-apa nyali koq sudah ciut begini? Siapa yang mau percaya pelaku itu penyusup? Kalau dia penyusup, mengapa difasilitasi saat melakukan pembakaran? Mengapa diberi ruang, waktu dan tempat? Bahkan diarahkan dari mobil komando?”, tulis Ferdinand di akun twitter @FerdinandHaean3

Ferdinand meminta pihak PA 212 jangan jadi pengecut dan mengakui saja dari mana asal muasal bendera tersebut.

“Jadi bendera itu darimana? Dibawa bidadari turun ke bumi pas diacara demo itu?
Ayolah berani mengaku dengan kepala tegak, itu baru hebat, jujur dan bertanggung jawab!”, imbuhnya

Pernyataan Ferdinand dibenarkan warganet bahwa kejujuran dalam kelompok ini sangat langka.

“Kejujuran amat sangat langka di gerombolan ini, Bang. Mereka sudah terbiasa berdusta, memfitnah, & menghasut, termasuk dgn mengobral agama & menjajakan isu PKI/Komunisme. Mereka terus menista Allah & Rasul-Nya. Entah kepada siapa sesungguhnya mereka bertuhan & bernabi”, ujar salah satu warganet

“Berani jujur dan berani benar itu berat ya Bang”, ujar warganet yang lain

(suaraislam)

Loading...