Sebar Provokasi Tak Percaya Covid-19, Dokter Lois Akhirnya Ditangkap

Dokter Lois Owien dikabarkan ditangkap Polda Metro Jaya setelah menyebar provokasi terkait pernyataannya yang mengaku tak percaya soal Covid-19.

Penangkapan tersebut dibenarkan oleh Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ramadhan.

“Iya ditangkap,” kata Ramadhan.

Dr Lois ditangkap dan saat ini berkas dr Lois dilimpahkan ke Mabes Polri.

“Iya, sekarang sudah dilimpahkan ke Bareskrim,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran seperti dikutip dari detikcom, Senin (12/7/2021).

Sebelumnya, dr Tirta mengungkapkan dr Lois diamankan di Polda Metro Jaya. Dokter Tirta menjelaskan, dia menjadi saksi di kasus yang menyangkut dr Lois ini.

“Bukan laporan, saya jadi saksi. Yang bersangkutan akan ada press rilis dari Polda Metro Jaya, yang bersangkutan sudah di Polda Metro Jaya,” kata dr Tirta saat dihubungi detikcom, Senin (12/7).
Saat ditanya apakah dr Lois diamankan, dr Tirta membenarkan.

“Iya dan laporannya bukan ITE. Jadi saya sama IDI statusnya saksi ahli,” katanya.

Lebih lanjut, dr Tirta mengatakan dr Lois dilaporkan berkaitan pelanggaran UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

“Setahu saya sih ketika wawancara saksi ya setahu saya kalau nggak salah menyebarkan informasi yang bisa menghambat penanganan wabah. Jadi kalau nggak salah kena UU wabah yang intinya menghalangi penanganan wabah di Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, beredar video di Youtube channel Miftah’s TV, saat itu Lois sedang menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pengacara Hotman Paris. “Menurut Ibu yang dikubur dengan cara protokol kesehatan covid-19, menurut ibu dokter apakah itu meninggal karena virus corona atau tidak?” tanya Hotman dalam tayangan tersebut.

Lois pun menjawab “bukan”. Menurutnya, mereka yang dikubur dengan tata cara protokol kesehatan covid-19 meninggal karena interaksi antarobat. Terkait ini, Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI) pun telah melakukan pemanggilan kepada Lois. “MKEK sedang panggil yang bersangkutan,” ucap Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Daeng M Faqih seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Minggu

(Suara Islam)

Loading...