Sebar Provokasi di Tengah Pandemi, Habib Muannas Sarankan IDI Seret dr Lois ke Meja Hijau

Ketua Umum Cyber Indonesia, Habib Muannas Alaidid buka suara terkait dokter Lois yang menyebarkan provokasi saat lonjakan Corona terus meningkat.

Sebelumnya, dr Lois hadir sebagai bintang tamu pada acara Hotman Paris Show. Ia menyebutkan bahwa dirinya menyangkal Covid-19, antimasker, hingga menuding pasien Covid-19 meninggal karena obat.

Habib Muannas menyayangkan masih adanya orang-orang yang memperkeruh suasana dengan menyebut bahwa Covid-19 itu tidak menular. Bahkan ia merefleksi kasus dahulu ketika Hadi Pranoto, pria yang mengaku sebagai pembuat jamu obat korona di tahun 2020 silam.

“10 bulan sudah berjalan sejak September 2020, dulu ada kasus dokter gadungan hoaks soal jamu dibilang obat covid, muncul lagi hari ini fenomena dr. Lois. Hoaks yang sama soal covid,” kata Muannas, Minggu (11/7/2021).

Menurut politisi PSI tersebut, konten hoaks tentang Covid-19 ini bisa sangat berbahaya sekali jika dikonsumsi masyarakat secara mentah-mentah.

“Ini bahaya buat masyarakat bingung kalau semua tidak ditindak dan bisa berujung masyarakat gak ikuti protokol kesehatan,” ujarnya.

Seperti diketahui, dr Lois Owen juga mengklaim bahwa dirinya adalah anggota Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI).
Habib Muannas pun menyarankan agar PB IDI menyeret dokter tersebut ke meja hijau.

“Saran saya, sebaiknya IDI juga ambil langkah hukum lapor 14 ayat 1 KUHP Jo Pasal 27 ayat 3 ITE, bahaya kalau dipercaya awam dan masyarakat tidak ikuti lagi protokol kesehatan,” sarannya.

Perlu diketahui, bahwa kasus dr Lois tersebut sudah disikapi serius oleh PB IDI. Bahkan ketua umumnya yakni dr Daeng Muhammad Faqih menyebut, bahwa Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) PB IDI sudah melayangkan undangan kepada dr Lois untuk menyampaikan argumentasinya tentang Covid-19.

“MKEK sudah panggil yang bersangkutan,” kata Daeng hari ini.

(Suara Islam)

Loading...