Reklamasi Ancol untuk Bangun Masjid dan Museum Nabi, Guntur Romli ke Anies: Licik, Cuma Kedok untuk Mainkan Isu SARA!

Penerbitan izin reklamasi untuk perluasan kawasan Ancol dan Dufan menuai banyak kritik dan protes kepada Gubernur DKI Anies Baswedan.

Anies Dinilai ingkar janji dan tidak konsisten dengan janji-janji kampanye yang akan melawan dan menghentikan reklamasi di teluk Jakarta.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan izin reklamasi untuk perluasan kawasan Taman Impian Jaya Ancol. Izin itu tertuang dalam surat Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 237 Tahun 2020.

Kepgub yang ditandatangani pada 24 Februari 2020 lalu berisi tentang izin pelaksanaan perluasan kawasan rekreasi Dufan seluas lebih kurang 35 hektare (ha) dan kawasan rekreasi Taman Impian Jaya Ancol seluas lebih kurang 120 hektare.

Dikutip dari idntimes.com, penerbitan izin reklamasi tersebut juga digunakan untuk membangun Masjid Apung dan Museum Nabi.

1. Masjid Apung akan dibangun di kawasan reklamasi Ancol

Corporate Secretary PT Jaya Ancol (PJA), Agung Praptono mengungkapkan, sesuai dengan visi Ancol untuk menjadi kawasan rekreasi terpadu dan lengkap, maka akan sejumlah pengembangan di Ancol.

“Seperti penataan area pantai symphony of the sea yang progresnya sudah bisa dilihat untuk area stone dan pembangunan Masjid Apung,” jelasnya saat dihubungi IDN Times pada Rabu (1/7) siang.

2. Museum Nabi pertama di luar Arab Saudi akan dibangun

Selain itu, Agung mengungkapkan bahwa Pemprov DKI Jakarta dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) memiliki kerja sama yang akan dilaksanakan di Ancol. Kerja sama itu untuk membangun museum Nabi pertama di Indonesia.

“Pembangunan Museum Nabi yang merupakan pertama di luar Arab Saudi,” jelasnya.

Politisi PSI, Guntur Romli mengkritik Anies terkait penerbitan izin reklamasi Ancol san Dufan. Menurut Guntur itu hanyalah permainan politik Anies untuk melanggengkan kekuasaannya, dan reklamasi digunakan hanya sebagai kedok saja.

“Jadi isu SARA sudah disiapkan Anies Baswedan? Kalau anti reklamasi Ancol akan dituduh anti masjid & anti museum Nabi gitu? Menang pake isu SARA, mempertahankan kekuasaan pun msh pake isu SARA, klau itu benar, benar-benar pengecut & licik” tulis Guntur di akun twitternya.

(suaraislam)

Loading...