Rais Aam PBNU: NU Miniatur Islam yang Tidak Akan Selesai Dibedah

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) berkeinginan menjadi miniatur Islam dengan kekayaan Aswajanya.

“Saya bicara miniatur, kalau itu sudah tinggi. Nahdlatul Ulama ingin memposisikan sebagai miniatur Islam dengan Aswajanya itu,” katanya saat memberikan testimoni sambutan dalam gelaran Peluncuran Buku Pengurus Besar Nahdlatul Ulama karya KH Yahya Cholil Staquf.

KH Mittachul Akhyar juga menyebut bahwa apabila Aswaja dibedah itu luar biasa. Beliau mengilustrasikan bahwa meskipun seluruh lautan dijadikan tinta untuk menuliskannya, maka tinta itu tidak akan cukup meskipun sudah kering.

“Tinta-tinta lautan yang dari lautan yang ada mau dituliskan untuk Aswaja kita tidak akan pernah selesai walaupun lautannya sudah kering,” lanjutnya.

Sebelumnya, KH Miftachul Akhyar berseloroh bahwa Aswaja merupakan singkatan dari asal wajar saja. Jadi, lanjutnya, yang wajar-wajar itulah Aswaja karena wajar itu ada seimbang, ada di tengah, ada pada tracknya yang wasathiyah, yang madani bahkan yang termasuk adalah Islam Nusantara.

“Entah ini Allah memberikan kecocokan ya, Aswaja singkatan ahlussunah wal jamaah, tapi bisa juga disingkat menjadi asal wajar saja,” selorohnya disambut gelak tawa para hadirin.

Kecocokon yang lain, sebelumnya juga diilustrasikan dalam singkatan PBNU. Seperti Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Undang-Undang 1945 yang juga sekarang, menjadi Perjuangan Besar Nahdlatul Ulama.

(Suara Islam)

Loading...