Profil Arie Gumilar, Alumni 212 Penentang Ahok di Pertamina

Arie Gumilar pemimpin serikat karyawan Pertamina ogah perusahaannya tersebut mendapat bos semacam Ahok. Siapa Arie Gumilar? Ini profilnya.

Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Arie Gumilar tidak mau Pertamina dipimpin mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Arie mengunggah foto spanduk menolak Ahok di akun Instagram @ariegoem pada Kamis, 14 November 2019.

“Spanduk penolakan FSPPB. Tukang bikin rusuh, bikin gaduh, pemberang, biang kekacauan, koruptor dan bermulut kotor tidak diterima di Pertamina,” tulis Arie bersama unggahan foto.

“Pekerja harus bersatu demi kemajuan perusahaan”

Arie Gumilar
(Foto: Instagram Arie Gumilar)

Profil Arie Gumilar

Arie Gumilar belum diketahui lahir di mana dan kapan. Publikasi latar belakang pendidikannya juga belum ditemukan. Jejak digitalnya di Instagram menunjukkan ia telah berkeluarga dan mempunyai anak.

Pada 21 Desember 2017 ia mengunggah foto bersama istri, mengungkap rasa syukur untuk pernikahan 20 tahun.

“Alhamdulillah… segala puji bagi-Mu Ya Allah atas nikmat yang Engkau berikan padaku dan keluargaku,” tulis Arie bersama unggahan foto itu.

Pada momen Idul Fitri 25 Juni 2017 ia mengunggah foto keluarga dengan keterangan, “Lebaran… maaf lahir batin ya.”

Arie Gumilar
Arie Gumilar dan istri. (Foto: Instagram/Arie Gumilar)

Ikut Aksi 212

Arie Gumilar di Instagram dan Facebook pribadinya, mengunggah foto dirinya mengikuti Reuni 212 di Tugu Monas, Jakarta, 2 Desember 2018. Ia berfoto dengan latar Monas dipenuhi orang-orang yang sama-sama mengikuti reuni.

Reuni 212 berawal dari Aksi 212 yaitu rangkaian gerakan memenjarakan Ahok yang dinilai melakukan penistaan agama.

Arie Gumilar
Arie Gumilar ikut Reuni 212, 2 Desember 2018. (Foto: Facebook Arie Gumilar)

Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu

Arie Gumilar menjadi Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) periode 2018-2021.

FSPPB adalah serikat karyawan Pertamina. Dalam situs resmi fsppb.or.id disebutkan FSPPB menyatakan sikap siap melakukan kemitraan dengan Direksi atau Manajemen perusahaan menjadi maju, unggul, dan terpandang.

Tekad tersebut tertuang dalam visi dan misi organisasi ini. Visi FSPPB yaitu mewujudkan kualitas hidup pekerja Pertamina yang lebih baik melalui harmonisasi antara hak dan kewajiban secara proporsional, profesional, dan bertanggung jawab.

Sedangkan misi FSPPB adalah sebagai berikut.

1. Menciptakan suasana kerja yang kondusif.

2. Mendukung terwujudnya visi dan misi perusahaan.

3. Berperan aktif dalam program pembinaan dan pengembangan profesionalisme pekerja.

4. Menjembatani kepentingan pekerja dengan perusahaan.

5. Menumbuhkan rasa solidaritas antarpekerja.

6. Mendorong terwujudnya transparansi perusahaan, perlakuan non-diskriminasi, dan standarisasi.

7. Menjaga kelangsungan bisnis perusahaan dan memperjuangakan kedaulatan energi nasional.

Arie Gumilar
Arie Gumilar. (Foto: Instagram/Arie Gumilar)

Arie Gumilar mengukuhkan kepengurusan FSPPB untuk masa jabatan 2018-2021 di gedung utama kantor pusat Pertamina, Jakarta, Senin, 7 Mei 2018.

Saat itu Arie Gumilar mengatakan pada masa kepemimpinannya ia akan kembali membawa marwah FSPPB sebagai sebuah organisasi yang berwibawa dan berpengaruh.

“Karena tujuan kita adalah menjaga kelangsungan bisnis perusahaan dan memperjuangkan kedaulatan energi nasional. Apa yang kita lakukan adalah menjalankan organisasi sesuai dengan tata kelola organisasi yang benar, profesional, efektif, efisien, akuntabiliti, dan bertanggung jawab. Tentunya dengan mengedepankan bahwa pekerja harus bersatu demi kemajuan perusahaan,” ujar Arie Gumilar.

Arie Gumilar
Satu di antara spanduk buatan serikat pekerja karyawan Pertamina FSPPB yang dipimpin Arie Gumilar. (Foto: Facebook/Arie Gumilar)

Pada 29 Agustus 2019, Arie Gumilar atas nama FSPPB menyampaikan beberapa syarat calon direksi Pertamana. Yaitu harus paham bisnis Pertamina. Harus sosok kredibel dan mampu menahan tekanan demi menjaga agar Pertamina tidak menjadi sapi perah maupun mesin ATM siapa pun rezim pemerintahan yang memimpin. Dan mampu berkomunikasi dengan pekerja Pertamina.

(tagar.id/suaraislam)