Pecat Serikat Pekerja Pertamina Pendukung Khilafah

Ilustrasi

Saya perhatikan banyak ketua Serikat Pekerja Pertamina yang terlihat agamis…

Mereka yang terlihat agamis itu kompak menolak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang digadang-gadang akan menempati salah satu bos di BUMN. Isu yang sedang ramai saat ini kemungkinan Ahok akan menjadi bos di Pertamina.

Kabar Ahok akan menjadi bos di Pertamina rupanya membuat para tikus-tikus kebakaran jenggot. Mereka resah dan gelisah karena pasti gak akan lagi bisa santai dalam bekerja, apalagi kalau sapai mau korup dan mainin proyek.

Di Indonesia ini orang-orang cerdas sangat banyak, tapi yang cinta tanah air dan loyal kepada negaranya belum tentu. Banyak juga yang dari segi penampilan terlihat agamis tapi kaluannya Iblis.

Nah, yang paling lucu, di Indonesia ini ada kelompok yang merasa dirinya paling beragama tapi takutnya bukan sama Tuhan melainkan sama Ahok.

Setelah sebelumnya ada nama Arie Gumilar sebagai Ketua Serikat Pekerja Pertamina yang menolak Ahok, kini muncul lagi nama baru Muhammad Yunus yang juga diketahui sebagai ketua umum Federasi Serikat Pekerja Pertamina Refinery unit III Plaju Palembang.

MY juga menyatakan menolak Ahok jadi bos di Pertamina. AG dan MY ini diketahui satu spesies dan diduga berafiliasi paham Khilafah serta pembenci pemerintah. Keduanya adalah alumni Tugu Monas.

Mengapa Ahok begitu menakutkan bagi mereka ?

Tidak perlu saya jawab karena netizen +62 tentu sudah pada tahu jawabannya. Semoga saja dengan ada isu Ahok menjadi salah satu bos di BUMN akan memancing tikus-tikus serta para penghinat negara ini keluar semua.

Pantas saja BUMN kita selama ini begitu-begitu saja, ternyata banyak Kadrun di daamnya. Mereka sudah lama bersarang di sana dan berkembang biak selama puluhan tahun.

Sudah saatnya Erick Thohir selaku Menteri BUMN bertindak tegas terhadap pegawai yang terindikasi terpapar virus kadrun.

Kita dorong agar para petinggi di BUMN berani bertindak tegas. Pecat serikat pekerja Pertamina pendukung khilafah dan pembenci pemerintah.

Sumber: FB Yusuf Muhammad

(suaraislam)