PDI-P Tempuh Jalur Hukum, Para Kadrun Tak Nyenyak Tidur

Saat Covid 19 menggebuk Jakarta paling parah kemarin, para kadrun demonstrasi menolak RUU HIP di depan gedung MPR DPR Republik Indonesia. Penolakan itu pun dihadiri bocah-bocah tak tahu apa-apa tanpa masker dan berpotensi tertular Covid 19.

Dalam demonstrasi gak jelas tersebut, ada sebuah aksi gak jelas dan anarkis, dengan cara membakar bendera PDI-P sambil berteriak-teriak dan menjerit-jerit tak karuan seperti orang kesurupan. Dalam hal ini, kita melihat ada indikasi mereka ini anti nasionalis, tapi sok-sokan ngerti apa itu HIP.

Jangankan singkatan HIP, singkatan RUU pun mungkin mereka tidak tahu. Lantas mereka demo untuk apa? Ada bahkan sekelompok bocah yang ditanya oleh wartawan, mereka demo karena apa. Dan apa yang menjadi jawaban bocah bego itu? Mereka mengatakan bahwa mereka mendemo karena Istiqlal akan ditutup.

Berikut foto-fotonya. Silakan diusut.

Article

Article

Article

Memang permainan agama masih ada dan masih laku sampai hari ini di Indonesia. Bahkan banyak di antara mereka tidak menaati protokol aturan kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Anies pun diam seribu bahasa, karena dia tahu bahwa pendukungnya semua itu.

Kalau pendukungnya ditegur, suara dari mana lagi yang bisa Anies dapatkan? Tidak ada jaga jarak. Tidak ada physical distancing, semua orang ramai-ramai berkumpul melakukan demonstrasi. Sebelumnya pun di Balai Kota, ada sekelompok ibu-ibu yang bendemo tentang PPDB.

Akan tetapi, demonstrasi yang dilakukan oleh ibu-ibu itu, sangat terpelajar. Mereka tahu apa yang mereka ingin suarakan. Mereka tahu materi demonstrasi itu sendiri, bukan sembarangan datang. Mereka meminta keadilan bagi anak-anaknya, agar yang berprestasi tetap bisa masuk, bukan berdasarkan usia saja.

Melihat pembakaran bendera PDI-P, tentu itu sudah merupakan pelecehan terhadap partai pemenang pemilu 2014 dan 2019. Menolak RUU HIP, tapi mereka melanggar UU. Haduh. Memelihara kebodohan, adalah tugas dan kerjaan dari si putra mahkota Clan Kayu Harum.

Dan PDI-P akhirnya merespons aksi pembakaran bendera partai saat aksi tolak RUU HIP kemarin. Kadrun pun siap terkencing-kencing. Selama ini kita tahu bahwa PDI-P jarang melapor, ketika ketumnya, Megawati Soekarnoputri, dihina lewat meme. PDI-P jarang menempuh proses hukum.

Akan tetapi, kali ini beda. Hasto Kristiyanto yang menjabat sebagai sekretaris Jenderal PDI Perjuangan mengatakan hal ini dengan sangat jelas. Ia akan memproses hukum pembakar bendera PDI-P di demo tersebut. Sekarang, mereka sudah siap tidak tidur. Siapkan pampers, wahai perusak nama baik.


PDI Perjuangan dengan tegas menempuh jalan hukum…

Meskipun ada pihak yang sengaja memancing di air keruh, termasuk aksi provokasi dengan membakar bendera partai, kami percaya rakyat tidak akan mudah terprovokasi…

Presiden, wapres dan seluruh jajaran kabinet didukung oleh seluruh kader PDI Perjuangan yang antara lain terdiri dari menyatu dengan rakyat, memerangi Covid-19 dengan seluruh dampaknya secara sosial dan ekonomi. Itulah skala prioritas kita bersama…

Jalan hukum inilah yang dilakukan oleh PDI pada tahun 1996, ketika pemerintahan yang otoriter mematikan demokrasi…

Kita bersatu karena Pancasila. Kita harus belajar dari konflik di Suriah, Yaman, Libya dll. Rakyat di negara-negara tsb akhirnya menjadi korban..

Indonesia memiliki nilai luhur untuk bermusyawarah, jadi itulah yang harusnya kita kedepankan. Untuk itu mari kedepankan proses hukum dan seluruh kader-kader PDI Perjuangan diinstruksikan agar tidak terprovokasi…

ujar Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dalam keterangannya, Kamis (25/6/2020).


Kenapa sih sampai harus melaporkan hal itu? Karena begini. Dalam video yang beredar, tampak sekumpulan orang membakar bendera PDI-P, sambil membawa-bawa narasi PKI. Kalimatnya sungguh memprovokasi masyarakat. PKI dan PDI-P itu beda.

Yang samakan antara PKI dan PDI-P adalah si Ustad Alfian Tanjung. Dan dia sudah dipenjara. Nah. Kalau Alfian Tanjung saja sudah dipenjara, gimana dengan pembakar bendera PDI-P, yang mungkin gak paham maksud RUU HIP itu apa? Kena lu. Siap-siap deh.


“Bakar bakar bakar PKI, bakar PKI sekarang juga,” teriak massa.


Jadi selamat jalan wahai kadrun. Kita tidak akan lagi bertemu di sini, karena saat saya menginjak bumi, kamu mendekam di penjara. Silakan kencing sebanyak-banyaknya dulu, agar nanti kalau sudah ditangkap, gak terkencing-kencing lagi. Nanti saya lihat kamu mewek, saya yang ngakak sampai terkencing-kencing.

Begitulah pipis-pipis.

Manuel Mawengkang
(suaraislam)
Loading...