Negeri Tanpa Akhlak

Ilustrasi, Kelangkaan Masker untuk Menangkal Virus Corona (Antara)

Saya baru mau pesan masker karena kata teman saya di Kediri ada dokter yang gak bisa dpt masker. Saya cari di Sby, saya kaget karena ditawari yang harganya mengarah ke 20 jt per karton isi 2.000 pcs, artinya hrg per pcs nya 10.000,-. Padahal harga pcs biasanya cuma 600 perak, ini luar biasa jahanamnya, para pedagang atau produsen yang memainkannya, karena sore td harga di Sritex sudah 6500 per pcs kata teman yang mau pesan.

Arti dari semua itu, negara ini sudah jadi sundel di semua lapisan manusianya. Bayangkan ada orang dagang di tengah nyawa orang sedang meregang mereka bisa menaikkan harga antar 1.200 – 1.700 %. Ini sama dgn kerjaan rentenir 10 tahun, atau bunga bank 170 tahun. Belum lagi harga disinfektan naik 150%, harga hand sanitizer naik 400%.

Tambahan yang membuat perut kita mual dan mau muntah melihat anggota DPRD Blora dan P. Siantar yang gak mau di test gejala corona. Eh, tambah mules kita dengar anggota DPR RI dan keluarganya yang totalnya 2.000 manusia mau minta di rapid test duluan, bukannya mikirin para medis yang sedang bekerja. Inilah kualitas kalau kita salah pilih manusia, yang dipilih pemalak bukan manusia berakhlak.

Ribuan dokter dan perawat sedang kelelahan menangani PDP dan ODP atau yang positif corona, mrk butuh perlindungan, malah orang yang angopan suka tidur di ruang sidang mau test duluan. Kalian itu bkn kena corona tapi congorna.

Gedung megah itu isinya 100 % petugas partai, Indonesia di serang corona, suaranya hilang semua, mingkem kayak sapi keselek berem. Celaka buat Indonesia.

Kembali ke masalah masker dan kebutuhan alat kesehatan. Pemerintah harus nya cepat bertindak ke sumbernya. Siapa produsennya, brp kapasitasnya, stock bahan bakunya, apa yang bisa di kawal untuk tidak terjadi penjualan dengan harga brutal, siapa distributornya, ada brp stocknya, dst.

Sritex itu kan orang gede yang punya kenapa tidak langsung diajak duduk karena ini masalah bangsa, bukan sekedar jualan brg dagangan. Kalau mau naik 100% mungkn masih bisa, tapi kalau sampai diatas 1000 % apa bukan biadab namanya. Kayak ginian apa pak Jokowi gak terima informasi, atau memang Jokowi sedang di kerjai. Kok saya curiga ada skenario lain disaat corona di utus melumat dunia.

Alasannya :
1. Jokowi mau memindahkan Ibu Kota banyak yang tak suka.
2. Jokowi memangkas import BBM banyak yang murka.
3. Jokowi membenahi bendungan importir pangan bisa keroncongan.
4. Jokowi mengambil saham Freeport, Blok Mahakam dan Rokan Amerika kepanasan, dan anteknya pada kelojotan.
5. Harga saham semua lembaga keuangan rontok bersamaan, khususnya bank pemerintah, rata2 terjun diatas 30%.an.
6. Corona jd momentum penyerangan, dibuat pingsan, jadi alasan pemakzulan.

Poin diatas untuk bahan mawas kondisi, tapi semoga tidak terjadi. Kebayang kalau sampai kesana, kita berat menata yang sudah dimulai.

Ahh..kasian Pak Jokowi dibiarkan kerja sendiri. Semoga beliau sehat dan Indonesia kembali kuat.

Sumber: FB Iyyas Subiakto

(suaraislam)

Loading...