Na’udzubillah! Inilah 4 Kebohongan HTI atas Nabi Muhammad SAW

Ilustrasi

Berikut empat kebohongan HTI atas baginda nabi Muhammad SAW:

1. Mengatakan Nabi Saw mendirikan Khilafah padahal daulah yang didirikan Nabi Saw di Madinah adalah Daulah Nabawiyah. Daulah Khilafah didirikan para sahabat setelah Nabi Saw wafat.

2. Mengatakan Nabi Saw mendirikan Khilafah dengan metode thalabun nushrah padahal Nabi Saw tidak pernah mendirikan Khilafah dan tidak pernah melakukan thalabun nushrah untuk meraih kekuasaan. Nabi Saw pemimpin umat manusia dunia dan akhirat. Dakwah Nabi Saw kepada para tokoh Arab dalam rangka mengajak mereka memeluk Islam, menyerahkan hati, jiwa dan raga mereka kepada Allah Swt bukan untuk menyerahkan kekuasaan kepada Nabi Saw.

3. Mengatakan bendera hitam putih bersyakal dan huruf bertanda sebagai bendera Nabi Saw padahal tanda syakl dan huruf bertanda belum ada di zaman Nabi Saw. Bendera Nabi Saw tidak begitu. Bendera Nabi saw di museum Turki berwarna dasar hijau.

4. Mengatakan Khilafah Tahririyah yaitu Khilafah yang Khalifahnya Amir Hizbut Tahrir dan menggunakan dustur rancangan Amir Hizbut Tahrir adalah bisyarah Nabi Saw padahal Nabi Saw mengatakan Khalifah akhir zaman itu Imam Mahdi bukan Amir Hizbut Tahrir.
Berdusta atas nama Nabi Saw haram hukumnya.

Dari Al Mughirah, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ كَذِبًا عَلَىَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ ، مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sama dengan berdusta pada selainku. Barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya di neraka.” (HR. Bukhari no. 1291 dan Muslim no. 4).

Dalam hadits yang shahih, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ بنيَ لَهُ بَيْتٌ فِي جَهَنَّمَ

“Barangsiapa berdusta atas namaku, maka akan dibangunkan baginya rumah di (neraka) Jahannam.” (HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir)
Imam Dzahabi juga membawakan hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang berkata atas namaku padahal aku sendiri tidak mengatakannya, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka.”

Ayik Heriansyah

Sumber: https://www.facebook.com/ayik.heriansyah.39/posts/193758095541147

(Suara Islam)

Loading...