Yusuf Muhammad: Nasib Warga DKI Jakarta Dapat Gubernur Seiman

Nasib hidup di Jakarta, kenymanan pejalan kaki makin terdzolimi karena atap Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, dicopot.

Setelah banyak trotoar dijadikan lapak pedagang Kaki Lima (PKL) dan di srobot para pemotor, kini JPO yang ada atapnya pun dibongkar atas perintah Gubernur seiman Anies Baswedan.

Pemandangan tersebut jauh berbeda jika kita menengok di negara tetangga seperti, di Malaysia dan Singapura.

Ketika jalan-jalan ke Malaysia, saya melihat ada banyak jalur-jalur khusus pejalan kaki yang full atap, fungsinya agar pejalan kaki merasa nyaman, tidak panas ataupun kehujanan. Bahkan di JPO juga banyak disediakan “vending mechine” (mesin penjual minuman otomatis) untuk pejalan kaki.

Apa yang ada di Malaysia tidak jauh beda dengan di Singapura. Contohnya, jalur khusus pejalan kaki dari stasiun MRT sampai halte bus, semua diberi atap pelindung panas dan hujan. Seperti yang terlihat pada gambar :

1. St. MRT Redhill
2. Jalur pejalan kaki
3. Halte bus Alexandra Rd.
4. JPO.

Nah, mengapa di Jakarta justru ada atap JPO dicopot atapnya? Masa sering plesiran study banding ke luar negeri dapatnya cuma ngecat jalan dan bongkarin atap JPO doang? Standar mana yang dijadikan referensi oleh Gubernur seiman?

“Kan dicopot atapnya biar pejalan kaki bisa selfie.” Kata Gubernur seiman

Loh, Jembatan kan untuk menyebrang, bukan untuk selfie. Kader PKS juga sebelumnya mengatakan JPO untuk menyebrang, bukan untuk berteduh. Jadi berteduh gak boleh, tapi selfie boleh di bawah terik matahari, begitu?

Jakarta ini panas, kalau JPO atapnya pada dibongkar yang jelas pejalan kaki akan kepanasan. Meskipun musim hujan sudah tiba, tapi suhu udara di Jakarta tetap saja panas. Dan jalan kaki panas-panasan tentu akan membuat pejalan kaki makin malas.

Harusnya Gubernur seiman itu tahu bahwa Jakarta bukan Vostok Antartika, atau Oymyakon Rusia yang terkenal sangat dingin udaranya. Ini Jakarta, bung. Panasnya sudah menyerupai di Gurun padang pasir, tempat spesies Kadal Gurun bermukim.

Apakah Gubernur seiman sengaja, memerintahkan copot atap JPO karena anggap warganya tahan terhadap panas Matahari ?

Sumber: FB Yusuf Muhammad

(suaraislam)