MUI DKI Pertimbangkan Nama ‘Mujahid Digital’, Warganet Beri Sindiran Pedas

Ketua Umum MUI DKI Munahar Muchtar (Luqman/detikcom)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta mendapat sorotan publik usai menyampaikan rencana pembentukan pasukan siber atau cyber army untuk melawan buzzer yang menyerang ulama dan Gubernur DKI, Anies Baswedan.

Ketua Bidang Infokom MUI DKI Jakarta, Faiz Rafdi kemudian menyampaikan bahwa penamaan tim digital tersebut belum diputuskan. Namun ada beberapa alternatif nama seperti pasukan siber atau mujahid digital. Programnya juga masih dirancang.

“Apakah namanya, karena waktu itu yang memang lagi ramai itu kan cyber army, buzzer. Kemudian beliau usulkan itu. Kemudian muncul beberapa usulan ada mujahid digital. Jadi dari sisi nama kami belum putuskan apakah cyber army, mujahid digital,” ujar Faiz, Selasa (23/11).

Faiz menegaskan bahwa tugas utama pasukan siber itu adalah menghalau berita-berita hoaks serta meningkatkan literasi digital umat dan ulama. Sebelumnya, Ketua Umum MUI DKI Jakarta Munahar Muchtar meminta Bidang Infokom MUI untuk bisa membela dan membantu Anies Baswedan terkait serangan buzzer.

“Jika para buzzer mencari kesalahan Anies, maka Infokom mengangkat keberhasilan Anies baik tingkat nasional maupun internasional,” ujar Munahar, dikutip dari laman resmi MUI DKI.

Penamaan ‘Mujahid Digital tersebut mendapat beragam komentar dari warganet. Salah satunya dari politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli.

Guntur Romli menyindir agar MUI DKI tidak perlu mengaku-ngaku menjadi mujahid sebab kenyataannya, pasukan siber itu tetaplah buzzer.

“Buzzer ya Buzzer gak usa ngaku-ngaku ‘mujahid’ segala teroris juga ngaku-ngaku mujahid,” katanya melalui akun Twitter resminya pada Rabu, 24 November 2021.

Senada dengan Guntur, pemilik akun @MellyLiawati juga mempertayakan maksud dan tujuan MUI DKI membentuk tim cyber army.

“Lebih baik @MUIPusat membuat cyber army atau apapun utk mengontrol ulama yg kerjanya menjelekkan dan memfitnah agama lain,itu lebih bermanfaat..”, tulisnya

“Bukannya buzzer itu pekerjaan haram ya?,” tanya @erwinarsadani

(Suara Islam)

Loading...