Menteri Agama Himbau Warga Indonesia untuk Merekatkan Persaudaraan di Hari Pahlawan

Presiden tabur bunga setelah pimpin upacaya Hari Pahlawan. (Netralnews/Ocha)

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan, Hari Pahlawan menjadi salah satu momentum untuk merekatkan persaudaraan diantara warga Bangsa Indonesia. Selain itu, Hari Pahlawan juga menjadi momentum bagi Bangsa Indonesia untuk memelihara kemerdekaan bangsa yang berdaulat.

Hal ini disampaikan Menag saat memimpin doa pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jumat (10/11/2017).

“Curahkanlah rahmat dan kasih bagi para Pahlawan. Ampunilah dan lipatgandakanlah pahala atas segala pengorbanannya,” doa Menag secara khusuk.

Untuk diketahui, upacara ini dilakukan untuk mengenang para Pahlawan yang telah berjuang dalam pertempuran pada 10 November di Surabaya.

Sebelum doa, dibunyikan sebuah sirine panjang pertanda doa dimulai. Para peserta upacara yang terdiri dari beberapa perwakilan menteri, Anggota DPR, TNI/POLRI, Veteran dan pelajar serentak menunduk berdoa untuk jasa para Pahlawan.

Untuk diketahui, hadir Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memimpin upacara penghormatan peringatan Hari Pahlawan. Presiden Jokowi hadir didampingi oleh Ibu Negara Iriana dan Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta istri Mufidah Jusuf Kalla.

Setelah berdoa Presiden meletakan sebuah karangan bunga di monumen TMPNU Kalibata. Selanjutnya dilanjutkan dengan acara tabur bunga.

Peringatan hari Pahlawan juga masih dirangkai dengan wisata sejarah yang diikuti pelajar dengan rute wisata mulai dari kantor Kemensos menuju Lubang Buaya hingga ke Museum Satria Mandala.

Presiden Jokowi juga sebelumnya sudah mengunegerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada empat orang anak bangsa yang dinilai berkontribusi besar untuk Indonesia. Masing-masing yaitu TGKH M Zainuddin Abdul Madjid tokoh asal Nusa Tenggara Barat, Laksamana Malahayati (Keumalahayati) tokoh asal Nanggroe Aceh Darussalam, Sultan Mahmud Riayat Syah tokoh asal Kepulauan Riau dan Lafran Pane tokoh asal Daerah Istimewa Yogyakarta.

(netralnews/suaraislam)

Loading...