Mengenal Prosesi Midodareni, Tradisi Jawa yang ‘Diharamkan’ Ormas Radikal di Solo

Ilutrasi, Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, menjalani prosesi 'midodareni' atau malam pingitan bagi mempelai wanita yang akan menikah. (AFP Photo)

Penyerangan Ormas Radikal ke kediaman Almarhum Habib Asegaf Al-Jufri di Solo bermula saat keluarga Alm. Habib Segaf menggelar acara Midodareni pada malam tanggal 8 Agustus 2020.

Kelompok intoleran tersebut tak terima dan membuat ulah serta aksi anarkisme karena acara Midodareni tersebut dituding bid;ah dan dilarang dalam agama Islam.

Berikut penjelasan pemilik @Ayudewinkr1 terkait proses Midodareni yang ditolak kelompok Ormas Radikal yang berakhir pada pengeroyokan dan penganiayaan.

Mari kenali Prosesi Midodareni, Malam Sakral bagi Calon Pengantin Jawa. Biar gak kayak kadrun yang otaknya isi tai semua,BUSUK. ngakunya ummat nabi tapi kelakuan kaya iblis, bahkan iblis aja malu ngakuin mereka..

  1. Pernikahan adalah pertalian suci yang dilakukan setiap pasangan demi ikatan yang sah.Bagi pasangan yang masih menjalankan tradisi leluhur, pernikahan adat kerap jadi pilihan sebagai bentuk penghormatan kepada pendahulu.

2. Masyarakat adat Jawa di Indonesia, punya rangkaian prosesi pernikahan yang terdiri dari beberapa tahap. Salah satu tahapan tersebut adalah prosesi Midodareni, yang dilakukan sebelum pernikahan tiba.

3. Midodareni disebut sebagai pangarip-arip, yang berarti malam menjelang hari pernikahan bagi kedua mempelai Midodareni berasal dari kata widodari atau bidadari yang turun dari langit.

4. Prosesi ini dilakukan setelah mempelai melakukan upacara siraman, yang merupakan tahap pembersihan bagi kedua calon pengantin sebelum hari sakral pernikahan.

5. Tradisi Midodareni berasal dari legenda Jaka Tarub dan Nawangwulan. Konon dari cerita tersebut,para bidadari datang ke bumi menyambangi calon mempelai wanita yang sedang berdiam diri di kamar menjelang malam pernikahan.

6. Masyarakat Jawa yang memegang tradisi ini percaya,ini adalah malam saat bidadari mempercantik calon pengantin wanita supaya lebih elok.Calon mempelai wanita tidak tidur dan didampingi oleh sanak kluarga serta pini sepuh.

7. Ia mendengarkan nasihat dari leluhur dan para tamu wanita tentang bagaimana menjalankan kehidupan rumah tangga.

8. Prosesi ini juga berisi doa-doa pada Sang Pencipta untuk calon mempelai agar selalu diberi berkah, rahmat, serta kebahagiaan.

9. Pada praktiknya, Midodareni dimulai dari calon mempelai laki-laki yang datang bersama keluarga dengan membawa seserahan.

10. Sebelum malam Midodareni dimulai, calon pengantin pria datang bersama keluarga ke kediaman pengantin wanita dengan membawa seserahan.

11. Seserahan tersebut biasanya terdiri dari pakaian, alas kaki, bahan dan alat rias, buah, dan makanan. Saat itu, calon pengantin pria mengenakan busana Jawa beskap landung atau surjan tanpa memakai atribut keris.

12.Kedatangan calon mempelai pria ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi. Uniknya, pada malam midodareni, calon pengantin wanita justru berada di kamar dan dilarang melihat calon pengantin pria.

13.Ia bersama dengan saudara dan tamu perempuan, berdiam diri di kamar dengan keadaan terjaga. Setelah selesai malam midodareni, orang tua calon pengantin wanita memberikan balasan seserahan berupa bingkisan yang berisi kancing gelung.

14. Kancing gelung adalah bahan pakaian yang dipakai untuk prosesi panggih pada esok hari.

15. Susunan acara Midodareni dimulai dari jonggolan, kemudian dilanjut dengan tantingan.

16. Tahap pertama ini bertujuan untuk membuktikan bahwa calon pengantin pria layak menikahi putri mereka. Kemudian ada tantingan yang merupakan lanjutan dari jonggolan. Calon mempelai pria memperlihatkan kemantapan diri.

17. Ia akan ditanya oleh kedua orangtua perihal niat untuk mempersunting calon mempelai wanita. Pada saat ini, calon mempelai wanita berada di kamar pengantin. Lalu, orangtua yang mencari tahu jawaban dari calon pengantin wanita. FAHAM?

(Suara Islam)

Loading...