Mengapa FPI ‘Bernafsu’ Melaporkan Gus Muwafiq?

Foto; Google Image (Youtube)

Orang-orang yang sok membela Rasulullah dan mengaku paling mencintai Rasulullah ternyata cuma bisa bikin keributan. Tentu saja FPI sebagai ormas yang paling reseh dan paling sok membela agama yang telah melakukan upaya penyerangan kepada Ulama-ulama NU pro NKRI terus mencari celah dan kesalahannya.

Saya salut dan hormat besar pada beliau Gus Muwafiq yang tetap minta maaf yang sebesar-besarnya, meski sebenarnya tidak salah dan mengajak berpikir secara realistis, serta bagaimana secara perlahan menumbuhkan cinta pada Rasulullah SAW. Beliau tetap saja dituduh menghina Rasulullah.

Ini seperti sudah ada semacam agenda untuk menjatuhkan ulama-ulama NU. Karena FPI ini bisa saja sangat iri dan sangat ingin lebih besar dari NU. Tapi bagaimana FPI ini membesar jika hanya melemparkan kebencian kepada ummat? Dan membuat gaduh atas nama agama.

Kalau kita tanya, apa bukti FPI atau pentolannya dan tokoh-tokohnya mencintai Rasulullah SAW? Apakah dengan melakukan kegaduhan dengan mengatasnamakan bela agama adalah bentuk kecintaan?. Agama memang bisa digunakan sebagai tameng dan cara untuk menyerang orang lain. Namun sesungguhnya agama itu adalah cinta.

Ulama sekelas Gus Muwafiq yang begitu dalam kecintaannya pada Rasulullah, mana mungkin melakukan tindakan atau perkataan yang menghina Rasulullah? Gus mencoba memahamkan pada ummat secara realistis tanpa embel-embel cerita dongeng yang justru bisa mengaburkan bagaimana cara mencintai Rasulullah Muhammad SAW.

Kalau tokoh FPI itu yang melaporkan Gus Muwafiq cerdas memahami agama Islam secara komprehensif, pasti tidak akan bereaksi mendengar ceramah Gus Muwafiq. Kalau pun tidak sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Gus, maka jalan dialog bisa ditempuh sehingga mendatangkan kedamaian dan saling memahami, lalu bisa bekerja sama dalam mengajak dan menumbuhkan cinta yang lebih dalam lagi kepada Rasulullah SAW.

Apakah orang-orang FPI itu tidak berpikir bahwa jika ummat ribut dan gaduh terus, bukankah itu akan membuat Rasulullah SAW sedih di alam sana? Rasulullah bisa saja menangis melihat tingkah laku ummatnya yang senantiasa ribut.

Jadi kalau orang-orang FPI itu benar-benar mencintai Rasulullah, maka akan menempuh jalan dialog, bersama-sama menggalang persatuan demi kemajuan bangsa dan negara serta ummat Islam pada khususnya.

Tapi FPI sepertinya punya pemahaman tersendiri tentang persatuan. Persatuan menurut mereka adalah menuruti segala kemauannya, yang tidak sepaham dengan FPI, yahh…siap-siap dicari-cari kesalahannya. Maka itulah kenapa FPI sering melakukan razia warung makan pada bulan Ramadhan dan atribut natal pada bulan Desember. Dan juga demo-demo demi kepentingan politik tuannya.

Sikap seperti yang FPI tunjukkan itu adalah jalan kemunduran, sementara ummat seharusnya sudah dibekali ilmu yang tercerahkan dalam memasuki zaman yang tantangannya bukan cuma masalah tuduhan penistaan agama.

Tapi ada banyak hal yang harus diperkuat sehingga tidak ada lagi yang dituduh menista. Jadi tampaknya akal sangat dibutuhkan dalam beragama. Kalau akal sudah dibuang atau diletakkan di dengkul, yahh…hanya bisa digiring-giring untuk kepentingan oknum politisi busuk.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Gus Muwafiq dalam ceramahnya dan dalam jejaknya selama ini pro Jokowi. Meskipun Gus ingin netral dan mengademkan ummat agar tidak terjerat dengan politik kotor, tetap saja akan ditandai atau dituduh sebagai ulama pro rezim.

Bagi FPI dan dedengkotnya, pemerintah dituduh zolim atau dholim, apalagi saat ini Imam Besar mereka diterpa berbagai macam masalah karena perbuatannya sendiri sehingga kesulitan pulang.

Jadi memang ada upaya kotor untuk menghantam ulama-ulama pro NKRI, dan FPI ini merasa mendapatkan momentumnya pada Gus Muwafiq. Ini polanya sama dengan Ahok, yang dicari-cari kesalahannya atau hal-hal yang bisa digoreng sehingga dikriminalisasikan. Jadi semua ini adalah cara-cara kotor berpolitik. Pantas saja almarhum Gus Dur pernah bilang “Ormas Bajingan”.

Kalau orang-orang FPI itu cerdas-cerdas, pasti banyak referensi bacaan kitabnya, bukan hanya satu kitab lalu dijadikan kebenaran mutlak. Dan harusnya, kalau FPI itu sangat cinta Rasulullah SAW, ia akan menelaah tafsir-tafsir dan ragam hadist, dan akan mengkritik hadis-hadis yang isinya tidak mencerminkan pribadi Rasulullah. Sehingga dengan begitu, pihak-pihak asing yang meneliti Islam tidak salah paham, dan pada akhirnya tidak akan mencoreng Islam.

Jadi apa yang dilakukan FPI justru mencoreng Islam dari dalam, memicu permusuhan dari dalam. Dan sangat bikin gaduh. Maka dengan demikian, sebaiknya bukan cuma dibubarkan saja ormas ini tapi “dikarantina” kan, karena sudah sangat membahayakan keutuhan NKRI.

Begitulah kura-kura ukhti..akhi….

Ditulis oleh Daeng Seword dengan Judul Waspadalah! Upaya FPI Ingin Mengacaukan NKRI Dengan Menuduh Gus Muwafiq Menghina Nabi

(seword.com/suaraislam)