Menakar Track Record NUGL dan Aswaja Garis Lurus

Bukanya tidak setuju jika dilihat dipandang dirasakan kok tambah lama tambah lucu aja ! Namanya boleh beda dulu NU garis lurus sekarang reingkarnasi menjadi aswaja garis lurus. namun isinya orang orang itu aja yakni orang orang yang sakit hati antipati terhadap PBNU. Mereka orang yang tidak punya legetimasi struktural di NU. Dan tema bahasan itu itu saja kalo nggak liberalisme ya anti syiah.

Gemes deh dengan kelompok baper satu ini. Mereka telah memposisikan diri dengan jumawa sebagai garis lurus dengan interpretasi yang lain bengkok dan sesat. Merekapun menuding kesesatan yai said dengan membabi buta padahal sudah pernah diladeni oleh kiyai said dengan elegan sendiri dan Jawaban ilmiah ditengahi dan diamini oleh Gus ali tulangan sidorjo. diklarifikasi dalam berbagai forum masyayih dilirboyo.

Mereka adalah bagian dari antitesis NU yang tidak sebanding tak mampu menyerap kontekstualitas dari teks teksnya Mbah Hasyim, tapi mengaku sebagai pemegang mandat dan pelaksana serta pengikut asli mbah Hasyim. Bahkan menjadikan karya karya besar mbah Hasyim sebagai media adopsi untuk melawan PBNU struktural dari legetimasi yang sah.

Dalam beberapa adigiumnya melawan wahabi kadang tidak konsisten walau sebagian dari tokoh mudanya yang kelewat batas itu pernah dengan ambisius menerbitkan buku mentah mentah menolak pemikiran yaid said. Namun disisi lain ia bermesraan dengan tokoh tokoh wahabi bahkan tokoh tokoh yang misohi bahkan menghina NU.

Yang tidak mereka sadari dalam berbagai ranah mereka membuat barisan yang melawan NU baik dalam politk maupun kadang dalam beberapa pandangan ahkam assyariyah. Padahal kita tahu bahwa keberadaan tokoh yang mengasuh sebagian dari mereka. Tidak berulah seperti mereka. Sepert mbah Nawawi sidogori sangat arif bijaksana dalam menyikapi perbedaan di NU.

Mereka alergi dengan pemikiran pemikiran baru pikiran maju yang digaungkan oleh generasi pada zamanya dengan melabeli liberal. padahal mereka sendiri tak ubahnya menyatakan warna benda yang terlempar disungai keruh. Mereka tak memahami seperti apa pentingnya kemajuan berfikir dan berperadaban.

Mereka banyak menjadi viral karena share dari pengikut fanatiknya yang tak tahu apa apa. di tambah para kaum radikal yang memanfaatkan kebenciannya kepada PBNU. disertai video yai said di youtube medsos yang dipotong potong sesuai nafsunya. Berapa ribu berapa juta netizen atau bahkan berapa pengikutnya dan bani gurun yang tidak faham termakan isunya. Jika dihitung bulian kepada yai said khususnya terbilang. Dan berapa dosa provokasi yang bersemayam dibalik akun garis lurusnya menghujani fitnah kepada yai said tak bisa dideskripsikan. Bahkan tokoh mereka pun menjadikan hujatan ke NU di mimbar mimbar liarnya.

Tulisan ini tidak mengadili siapapun apalagi NU garis lurus yang sekarang reingkarnasi menjadi aswaja. Namun setidaknya kita tidak terjebak ikut menghakimi kiyai sepuh sekelas yai said dan yang lain. Sehingga kita menjadi suul adab walaupun banyak ilmu yang kita miliki. Dan yang lebih penting memahami orisinalitas makna lurus dalam kelembagaan dan pemahaman. Sehingga akhirnya kita bisa menilai mana ya lurus dan yang tidak. Mana senang mencaci mana yang senang memuji. Mana yang benar benar mengikuti mbah Hasyim dalam aspek kerifan dan kebijaksanaan mbah Hasyim dan mana yang ngaku ngaku saja.

Saya tidak tahu mengapa keilmuan tokoh mereka hanya digunakan nyiyir terus ke PBNU. Apa tidak ada cara beradap wong habib umar Hafidz saja mendoakan NU namun mereka justru mencelanya. Walau ada yang jejuluk kiyai gus saya hargai kekiyaian tapi saya tidak sependapat dengan menejemen prasangka buruknya terhadap para kiyai yang kami hormati. Lihat saja Ulahnya sebagian tokoh di youtube SS netizen pembeonya dibawah. Kalo tak percaya.

Melihat fenomena itu sebenarnya miris tapi kita kembalikan saja ke pepatah semakin pohon itu besar semakin besar pula agin badai yang menerpanya layak NU. Kita berharap dapat wasilah barokah dari mbah Hasyim selaku pendiri NU. Sepandai apapun kita, sealim siapapun kita tak pantas melawan NU dan tokohnya. karena NU didirikan para Ulama dan direstui Auliya. Semoga Alloh meridhoi dan memberikan istiqomah pengabdian kita untuk NU yang kita cintai.

Dengan pengabdian derajat kita terangkat, dengan penghormatan kita kita akan terhormat. Sekali kita melaknat marwah derajat kehormatan kita akan tamat apalagi kepada para pengurus yang secara lisensi legetimatif rekomodatif meneruskan perjuangan jamiyyah kelembagaan struktural dan jamaah kultural NU mbah Hasyim Rois Akbar. semoga manfaat.

Sumber : FB Abdulloh Faizin

(redaksiindonesia/suaraislam)