Menag Digugat Sekjen Al-Khairiyah soal Gereja Cilegon, GP Ansor: Mengada-ngada!

Sekjen Pengurus Besar Al-Khairiyah, Ahmad Munji, menggugat Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas hingga Walkot Cilegon soal pendirian gereja HKBP Maranatha Cilegon.

Menurut GP Ansor Cilegon, gugatan itu mengada-ada.

“Gugatan Al Khairiyah itu mengada-ada, karena kapasitas Gus Yaqut itu sebagai Menteri Agama, Menteri semua Agama” kata Ketua GP Ansor Cilegon, Sholeh Safe’i yang akrab disapa Gus Alex melalui keterangan tertulis, Senin (19/9/2022).

Gus Alex menjelaskan Menag Yaqut memiliki tugas untuk memberikan pelayanan kepada seluruh umat beragama di Indonesia.

“Itu sah-sah saja ketika ada warga negara yang meminta bantuan dalam konteks pendirian tempat ibadah, termasuk pembangunan Gereja,” ujarnya.

Gus Alex juga menyayangkan pernyataan Sekjen PB Al Khairiyah, Ahmad Munji, yang menyebut proses ini memiliki kepentingan tersembunyi yang menjadikan aturan sebagai bungkus. Gus Alex berbicara upaya Menag untuk bersikap adil.

“Tidak ada kepentingan apa-apa, ini hanya kewajiban negara untuk mendengarkan beberapa persoalan yang terjadi di masyarakat, dan Menteri Agama memeluk kewajiban melayani bagi semua agama dengan bersikap adil dengan tidak membeda-bedakan, soal prosedur dan mekanisme mesti dilalui. Justru Menteri Agama sebagai bagian dari Pemerintah membuat pernyataan yang intinya memberitahu masyarakat Cilegon bahwa ada usulan pendirian tempat ibadah oleh HKBP. Apa prosesnya sudah dilalui sesuai aturan atau memang belum selesai. Ini menunjukkan bahwa pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama ingin transparan dan jelas. Hanya saja banyak yang tidak mengerti arah pernyataan Menteri Agama,” jelas Gus Alex.

“Ini juga bagian dari edukasi penting buat masyarakat. Yang semestinya bisa dilakukan oleh Lembaga-lembaga agama & pendidikan di daerah. Berapa persen masyarakat yang mengerti perihal syarat pendirian tempat ibadah? Kasian bagi mereka yang belum mengerti dan menjadi korban tandatangan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ahmad Munji mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Serang dengan nomor perkara 151/Pdt.G/2022/PN.Srg. Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas tercatat sebagai tergugat 1, HKBP Maranatha Cilegon sebagai tergugat 2, dan tergugat 3 yakni Panitia Pendirian Tempat Ibadah Huria Maranatha Cilegon.

Selain itu tercantum dalam perkara ini juga melibatkan turut tergugat 1 Wali Kota Cilegon, turut tergugat 2 Wakil Walikota Cilegon, turut tergugat 3 Ketua DPRD Kota Cilegon, turut tergugat 4 Wakil Ketua 1 DPRD Kota Cilegon, turut tergugat 5 Wakil Ketua II DPRD Kota Cilegon, turut tergugat 6 Kepala Kementrian Agama Kota Cilegon, turut tergugat 7 Lurah Kelurahan Gerem, turut tergugat 8 Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Cilegon, turut tergugat 9 Edi Ariyadi Mantan Sekda Kota Cilegon, dan turut tergugat 10 yakni mantan Kepala Desa Gerem H. Nasir.

(Suara Islam)

Loading...