Membaca Karangan Bunga untuk Ahok dalam Pandangan Sufi Islam

Berbagai karangan bunga untuk Ahok.

Seminggu terakhir ini hampir semua pemberitaan fublik menghidangkan berita kiriman bunga kpd Ahok yg diberikan oleh Ahoker sbg wujud rasa cinta yg dalam pd Ahok.

Cinta dalam percakapan kaum sufi di sebut mahabbah dan cinta mendalam dg penuh rasa tulus disebut “wed” atau istilah alquran “wuddan”. Seperti Rabiah, Rumi, Al Tibrisi, Al Halaj, Ibn Arabi dan yg lainnya, dalam ekspresi Kecintaan pd Tuhan sangat beragram caranya. Itu adalah ungkapan mahabah secara transenden dg cara mrk.

Kelompok yg tdk suka dg ekspresi ke agamaan rabiah, rumi dkk nya, selalu mecibir, menghina bahkan menuduh sesat dan haram bahkan sampai melukai dan membunuh, contoh spt kasus Al Halaj .

Kelompok kaku ini biasa mengejawatahkan cinta nya dg perang dan jihad serta suka mempersoalkan yg bersifat sekunder, dalam fiqih di sebut furu.

Baca:

Pun demikian seperti kasus pengiriman bunga kepada Ahok mereka mengaitkan dg hal hal bersifat sekunder itu. Ekspresi cinta dg bunga di sebut penghamburan. Berterima kasih dg bunga di ucapkan tdk peduli fakir miskin.

Pertanyaan nya kenapa pemilihan presiden dan pemilikada , juga pemilihan parlemen tdk disebut pemborosan,?. Mengapa uang teriliunan dalam pesta demokrasi itu tdk diberikan aja pada fakir miskin ,?. Jelas pertanyaan dan jawabanya pun sya kira sama konyol nya jg.

Jadi, demikian jg, jika ada orang yg mempertanyakan bahkan mempersoalkan kiriman bunga pd Ahok, sangat aneh sekali.

Mengejawatahkan cinta para Ahoker dg memberikan bunga pada Ahok adalah hal yg sangat tepat menurut saya. Habis apa lagi selain bunga. Memberi Tasbih? Kitab Suci? Memeluk?mencium? Sujud sukur? Atau memberi uang? Atau membeli jam rolex 10 pasang? No No No.

Para Ahoker ini sudah dididik untuk menjauh dari hal hal yg bersifat korupsi dan gratifikasi.

lho kenapa tdk memberikan makan orang miskin saja uang digunakan utk itu?, Ahoker melakukan itu sering tanpa di suruh atw didemo pun melakun hal tsb.

Memberikan makan fakir miskin, akan hal nya berbuat baik pd orang tua, anak dan isteri juga menyembah Tuhan. Semua sudah ada dalam jiwa manusia tanpa disuruh pun. Manusia itu pasti harus berbuat bajik kpd sesama karena bukan hewan. Pun menyembah Tuhannya. Pasti manusia lakukan hanya beda beda praktek nya. Tdk mesti seragam.

Sekian

Jumat berkah
Ws. Abdul Aziz

(suaraislam)

Loading...