Mau Tanya soal Nussa Rara, Unilever, dan Lain-lain

Ilustrasi, Felix Siauw dkk turut mendukung Film Nussa & Rara

Kartun Nussa dan Rara digagas oleh Mario Irwinsyah, berkolaborasi dengan 4 Stripe Production. Lantas digarap oleh studio animasi The Little Giantz.

Felix Siauw dkk turut mendukung, termasuk dengan pernyataan di akun Instagram Felix Siauw bahwa anak-anak sudah banyak menerima referensi buruk, iklan-iklan mesum, dan tayangan sinetron-sinetron tak pantas. Nussa Rara diharapkan menjadi jawaban atas kegelisahan orang tua terhadap referensi buruk tersebut.

Waktu berjalan, Nussa Rara meraih kesuksesan, bahkan kerja sama dengan Unilever, antara lain untuk produk sikat gigi dan pasta gigi Pepsodent Kids (gambar terlampir).

Kemudian beberapa waktu lalu, Unilever kembali mendukung secara terbuka gerakan LGBTQ+ (gambar terlampir). Bahkan Unilever sudah menanda tangani deklarasi Amsterdam, bergabung dengan Open for Business untuk menunjukkan bahwa Unilever dengan inklusi LGBTQI+ serta meminta Stonewall mengaudit kebijakan dan mengukur tindakan Unilever dalam bidang ini. Stonewall adalah lembaga amal untuk kaum LGBT.

Kemudian muncullah kembali wacana boikot produk Unilever di Indonesia gara-gara dukungan Unilever kepada LGBTQ.

Sekarang pertanyaannya, bagaimana dengan kerja sama Unilever dan Nussa Rara? Ada wacana memutus kerja sama? Ada wacana menghentikan aliran royalti? Ada wacana menyumbangkan semua uang yang didapat dari kerja sama dengan Unilever ke fakir miskin dan anak terlantar? Ada wacana boikot sikat gigi dan pasta gigi Pepsodent Kids dll? Ada wacana boikot nonton Nussa Rara sepanjang masih kerja sama dengan Unilever?

Supaya tahu saja, Unilever sudah sejak lama dan bertahun-tahun menjadi perusahaan top global yang ramah LGBTQ. Jadi, di masa depan kemungkinan dukungan terbuka Unilever kepada LGBTQ akan ada lagi. Kok bisa ada kerja sama Nussa Rara dan Unilever?

Supaya tahu juga, Facebook, Instagram, dan WhatsApp juga ramah LGBTQ. Cek saja emoticon WA. Ada emot gay lho. Mau ganti Line? Line udah mendahului WhatsApp dalam hal dukungan kepada LGBTQ.

Kemudian, Microsoft bersama dengan Apple, Starbucks, Facebook, Nike, eBay, dan lainnya merupakan perusahaan yang mendukung terbuka keputusan legalisasi pernikahan sesama jenis di Amerika Serikat.

Jadi, di masa depan kemungkinan besar mereka, termasuk Unilever, kembali mendukung LGBTQ secara terbuka.

Mau boikot mereka juga karena dukung LGBTQ? Kok boikot ngga kaffah sekalian semua perusahaan? Misal antum boikot total Facebook, Instagram, dan WhatsApp?

Eh, emang udah beneran atau bisa boikot? Atau mau ngeles, yang penting Tuhan tahu isi hati saya?

Atau wacana cuman sekedar wacana kembali?

Ngomong boikot LGBTQ tapi tetap konsumsi produk perusahaan ramah LGBTQ itu ibarat ngomong aurat aurot tapi tetap koleksi foto Raisa, Carissa, dan diam-diam nonton video Khalifa tauk!

Sumber: https://www.facebook.com/hijrahofindonesia/posts/167426294788508

(suaraislam)

Loading...