Massa Geruduk Rumah Yusuf Mansur Tuntut Ganti Rugi Investasi Puluhan Milyar

Rumah Ustaz Yusuf Mansur yang berada di Cipondoh, Kota Tangerang, digeruduk puluhan orang.

Puluhan orang itu datang ke rumah Yusuf karena merasa ditipu terkait kasus investasi batu bara yang melibatkan jemaah Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur.

Berdasarkan keterangan kepolisian, tak ada tindakan anarkis dari peristiwa tersebut.

“Situasi kondusif, tidak ada anarkis enggak ada. Hanya menyampaikan aspirasi saja,” kata Kapolsek Cipondoh Kompol Ubaidillah, Senin (20/6).

Rumah Ustaz Yusuf Mansur digeruduk warga sekitar pukul 09.00 WIB. Aksi protes warga itu disebut berlangsung sekitar 10 menit.

“Ya mereka menyampaikan aspirasi, poster, kita mengantisipasi aja jangan sampai ada masalah di wilayah. Enggak lama kejadiannya setelah itu ketemu pengacaranya (Yusuf Mansur) terus mereka bergeser,” kata Ubaidillah.

“Intinya untuk wilayah aman sudah kita dampingi supaya tidak ada masalah yang mengarah ke lain. Kalau menyangkut masalah hukum silakan di pengadilan. Kalau kita di Polsek hanya menjaga wilayah,” imbuhnya.

Dia menambahkan, para warga yang melakukan aksi protes tersebut tidak bisa bertemu dengan Yusuf Mansur di lokasi.

“Belum. Ustadz YM kalau nggak salah ada di luar kota. Ketemu pengacaranya YM, terus nggak lama membubarkan diri pulang,” kata dia.

Secara terpisah, Sekretaris Pelita Lima Pilar, Herry Joesoef yang mendampingi mereka yang mendatangi rumah Yusuf Mansur mengatakan setidaknya ada 30 orang yang ikut ke sana.

Menurutnya, investasi ini dilakukan pada sekitar akhir 2009, dan terkumpul hingga Rp46 miliar. Namun tidak diakui oleh Yusuf Mansur.

Ia membeberkan sebelum melakukan penggerudukan pihaknya telah dua kali mengundang Ustaz Yusuf Mansur untuk bertemu. Namun Ustaz Yusuf Mansur disebut tidak datang.

Undangan tersebut dimaksudkan untuk dilakukan mediasi antar kedua belah pihak. Jemaah Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur disebut dijanjikan keuntungannya yang tinggi, hingga di atas 20 persen.

“Iya, untuk klarifikasi. Sepanjang masih bisa diajak ngobrol, kita ngobrol baik-baik. Tapi kan dia lari terus, nggak bisa menghadapi. Bukan (keuntungannya setiap tahun), per perkapalan. Setiap bulan itu mengapalkan batu bara. Jadi setiap bulan ada proposal baru, begitu,” ungkapnya.

(Suara Islam)

Loading...