Libatkan Anak-anak Demo Berkedok Agama, Pendukung PA 212 Terancam 5 Tahun Penjara

Ilustrasi

Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi menuntut KPAI menyeret para pengeksploitasi anak-anak yang melibatkan mereka dalam demo. Jika dibiarkan, kata Eko Kuntadhi, maka anak-anak yang dijadikan tameng untuk bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya, Irak dan Libya bisa terulang kembali.

“Pernah gak sih, KPAI atau aktivis perlindungan anak menyeret orang dewasa yang mengeksploitasi anak-anak ini ke penjara. Ingat. Di Surabaya anak-anak sudah diajak bom bunuh diri. Di Irak, Syuriah, Libya anak2 juga dipasang sebagai tameng terorisme”, ujar Eko di akun twitternya.

Hal senada diungkapkan oleh Yusuf Muhammad, dia melihat bahwa marak sekali anak-anak dieksploitasi untuk kepentingan politik.

“Yang selama ini demo eksploitasi anak-anak untuk kepentingan politik masih bebas saja, kenapa? karena semua itu dibalut dgn agama. Apa2 dibalut agama, jadinya rusak negara ini karena semua dicampur aduk dg agama. Mau jadi apa anak-anak kita #DemoClusterCovidBaru”, ujar yusuf

Pada Senin (29/6/2020) Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) melaporkan ke komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait Pelanggaran UU Perlindungan Anak terhadap pelibatan Anak pada Aksi Demo Penolakan RUU HIP.

Kowani melaporkan sejumlah panitia yang melakukan aksi yaitu FPI, GNF, Alumni 212 dan Edi Mulyadi selaku koordinator lapangan aksi demo RUU HIP para 24 Juni 2020, di depan DPR.

Ketua Bidang Sosial Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga (Soskeskel) KOWANI, Khalilah mengungkapkan kegelisahannya kepada Komisioner KPAI, Susianah.

“Harapan kami ini bisa ditindak secara tegas,” ujar Khalilah di kantor KPAI, Jakarta, Senin (29/6/2020).

Bahkan, menurut Ketua Umum Cyber Indonesia, Habib Muannas, para pengekspolitasi anak-anak untuk demo bisa dipidana dengan ancaman 5 Tahun.

“Mau dilaporkan yang mana ? Klo gambar jelas foto ilustrasi, Klo tulisan tak sebut pihak manapun, yang sudah pasti bisa dipidana itu mereka, libatkan anak dalam unjuk rasa sesuai Ps. 87 UU 35/2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 5 Tahun penjara sebagai tindakan eksploitasi unt kepentingan politik”, tulis habib Muannas

(suaraislam)

Loading...