Koperasi 212 Ternyata Ilegal, Ditutup oleh OJK Bersama 50 Fintech Lainnya

Ilustrasi, Salah satu gerai 212 Mart di Indonesia

Koperasi Syariah 212 ditutup oleh Satgas Waspada Investasi karena menawarkan pinjaman online ilegal atau fintech ilegal lantaran tidak sesuai dengan prinsip-prinsip perkoperasian.

Hal ini diungkap oleh Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing. Tongam mengungkap bahwa penggunaan aplikasi Koperasi Simpan Pinjam ilegal adalah mengelabui masyarakat seolah-olah memiliki legalitas dari Kementerian Koperasi.

“Kami telah berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM, dan bersepakat bahwa KSP tidak boleh melakukan usaha dengan aplikasi pinjol karena bisa diakses oleh masyarakat umum yang bukan anggota atau calon anggota KSP dan melanggar ketentuan perundang-undangan Koperasi,” kata Tongam dalam keterangan pers, Jumat (22/5/2020).

Menurut Tongam, setidaknya ada 50 aplikasi pinjaman online yang ditindaklanjuti oleh Satgas Waspada Investasi dan Kementerian Koperasi, diantaranya Koperasi 212.

Tongam meminta kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk menutup 50 aplikasi pinjol KSP tersebut.

Berikut ini 50 pinjaman online ilegal atau fintech ilegal berkedok koperasi yang ditutup Satgas Waspada investasi:

i:

Daftar Aplikasi Pinjaman Online Koperasi di Playstore (Dok. OJK)
Daftar Aplikasi Pinjaman Online Koperasi di Playstore (Dok. OJK)
Daftar Aplikasi Pinjaman Online Koperasi di Playstore (Dok. OJK)
Daftar Aplikasi Pinjaman Online Koperasi di Playstore (Dok. OJK)
Daftar Aplikasi Pinjaman Online Koperasi di Playstore (Dok. OJK)
Daftar Aplikasi Pinjaman Online Koperasi di Playstore (Dok. OJK)
Daftar Aplikasi Pinjaman Online Koperasi di Playstore (Dok. OJK)Foto: Daftar Aplikasi Pinjaman Online Koperasi di Playstore (Dok. OJK)

Penindakan ini, lanjut dia, sangat diperlukan karena masih banyaknya pinjaman online ilegal yang beroperasi di tengah masyarakat yang saat ini sedang menurun pendapatannya akibat pandemi Covid – 19 dan sangat merugikan masyarakat karena mengenakan bunga dan fee yang sangat tinggi, jangka waktu pinjaman singkat, dan diduga melakukan penyebaran data pribadi serta intimidasi pada saat peminjam tidak dapat mengembalikan pinjaman tepat waktu.

Berikut tip-tip yang diberikan Satgas Waspada Investasi agar masyarakat aman dari pinjaman online illegal:

Pinjamlah hanya pada perusahaan pinjaman online yang terdaftar atau berizin dari OJK yang saat ini berjumlah 161 perusahaan. Daftarnya bisa dilihat di website ojk.go.id
1. Pinjamlah uang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan bayar. Jangan meminjam dengan cara gali lobang tutup lobang, karena akan menambah beban pembayaran utang.
2. Sedapat mungkin pinjaman digunakan untuk kebutuhan yang produktif, sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga.
3. Sebelum meminjam, pahami risiko dan kewajibannya. Jangan menyesal setelah meminjam dan bayarlah sesuai waktu perjanjiannya.

(suaraislam)

Loading...