Kiai NU Bongkar Ketidakjujuran Adi Hidayat saat Membedah Kitab KH Hasyim Asy’ari

Seorang kiai NU, Asimun Mas’ud, membongkar ketidakjujuran Adi Hidayat (UAH) saat membedah kitab KH Hasyim Asy’ari. Berikut tulisan Kiai Asimun yang diposting di akun facebooknya.

*APAKAH UAH MEMBACA KITAB KH. HASYIM ASY’ARI RISALAH AHLUSSSUNNAH WAL JAMA’AH YANG ASLI ATAU YANG SUDAH DITAHRIF (DIDISTORSI)*
Ustadz Adi Hidayat tidak jujur..

Mbah Yai Hasyim Asy’ari secara tegas mengatakan bahwa wahabiyah dan para pengikutnya adalah ahli bid’ah, begitu juga Abduhisme dan Rosyid Ridhoisme..
Di kitab ini tertulis para pengikut Muhammad Abduh, Rosyid Ridho, Muhammad bin Abdul Wahhab An-Najdi, Ibnu Taimiyah dan muridnya yaitu Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Abdul Hadi adalah kelompok yang suka membid’ahkan mualim lainnya.

Dan Ustadz Adi Hidayat dalam satu kesempatan mengaji ketika membedah kitab mbah Yai Hasyim Asy’ari dan UAH memulai membaca,

(فصل) في بيان تمسك أهل جاوى بمذهب أهل السنة والجماعة، وبيان ابتداء ظهور البدع وانتشارها في أرض جاوى، وبيان أنواع المبتدعين الموجودين في هذا الزمان.
قد كان مسلموا الاقطار الجاوية في الزمان السالفة الخالية متفقى آلراء والمذهب، متحدى المأخذ والمشرب،

*PASAL MENJELASKAN TENTANG : BAGAIMANA MASYARAKAT JAWA BERPEGANG TEGUH PADA MADZHAB AHLI AL SUNNAH WA AL JAMA’AH, TENTANG KAPAN LAHIRNYA BID’AH DAN PENYEBARANNYA DITANAH JAWA, TENTANG MACAM-MACAM PERILAKU AHLI BID’AH YANG TERJADI DI ZAMAN INI*

“Masyarakat Muslim di pulau Jawa tempo dulu memiliki pandangan dan madzhab yang sama, memiliki satu reverensi dan kecenderungan yang sama.”
Namun UAH memenggal lanjutan penjelasan KH. Hasyim Asy’ari terkait aqidah dan madzab muslim jawa, inilah kalimat yang dipenggal UAH,

فكلهم في الفقه على المذهب النفيس مذهب الامام محمد بن إدريس، وفي أصول الدين على مذهب الامام أبي الحسن الأشعري، وفي التصوف على مذهب الامام الغزالي والامام أبي الحسن الشاذلي رضي الله عنهم أجمعين.

“Semua masyarakat Jawa ketika itu menganut dan mengidolakan satu madzhab yakni Imam Muhammad bin Idris Al- Syafi’i dan didalam masalah teologi atau aqidahnya mengikuti madzhab Imam Abu Hasan Al-‘Asy’ari dan di bidang Tasawuf mengikuti madzhab Imam Al-Ghazali dan Imam Abi Al-Hasan Al-Syadili, Radhiyallahu ‘anhum ajma’in.”

Demikian pula ketika ada bahasan terkait muslim yang mencintai ahlul bait, suka ziarah kubur, mentalqin mayit, tawasul dan sejenisnya UAH melewatinya dan ketika bahasan terkait dengan kelompok yang suka membid’ahkan, UAH meninggalkannya dan tidak membacanya dan berikut redaksinya,

فمنهم سلفيون قائمون على ما عليه أسلافهم من المذهب بالمذهب المعين والتمسك بالكتب المعتبرة المتداولة، ومحبة أهل البيت والولياء والصالحين، والتبرك بهم أحياء وأمواتا، وزيارة القبور، وتلقين الميت، والصدقة عنه، واعتقاد الشفاعة ونفع الدعاء والتوسل وغير ذلك.
ومنهم فرقة يتبعون رأي محمد عبده ورشيد رضا، ويأخذون من بدعة محمد بن عبد الوهاب النجدي، وأحمد بن تيمية وتلميذيه ابن اقيم وابن عبد الهادى

“Diantara mereka ada yang beraviliasi pada kelompok Salafiyyin, golongan Tradisional yang tetap eksis berpegang teguh pada doktrin ajaran yang diinginkan Salafuna As-Shalih, bermadzhab kepada satu madzhab tertentu, berpegang kepada kitab-kitab mu’tabarah yang beredar, mencintai ahlul bait, para wali dan orang-orang yang sholih, mengharap berkah mereka baik yang masih hidup maupun yang telah wafat, melakukan ritus ibadah berupa ziarah kubur, mentalqin mayit, shadaqah untuk mayit dan menyakini adanya syafaat atau pertolongan, kemanfaatan doa, mengerjakan tawassul dan lain-lain.”

*”Sebagian dari masyarakat kita terdapat kelompok yang mengikuti pendapat Muhammad Abduh dan Rasyid Ridho, yang menyepakati pendapat yang menyatakan bid’ahnya beberapa hal diatas sebagaimana dikemukakan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab An-Nadji dan Ahmad bin Taimiyah dan dua muridnya yakni Ibnu al-Qoyyim dan Ibnu Abdi al-Hadi.”*

Entah apa alasan UAH menghindari bahasan diatas dan langsung loncat ke bahasan Rafidhah.

ومنهم رافضيون يسبون سيدنا أبا يكر وعمر رضي اهلل عنهما ويكرهون الصحابة رضي اهلل عنهم ويبالغون هوى سيدنا علي وأهل بيته رضوان اهلل عليهم.

“Termasuk dalam katagori gerakan baru yang muncul di pulau Jawa adalah sekte Syi’ah Rafidloh, yakni golongan yang mencela sahabat Abu Bakar As-Shiddiq dan Sayyidina Umar Bin Khattab RA, golongan ini juga membenci para sabahat RA, dan berlebih-lebihan dalam mencintai dan fanatik terhadap Sayyidina Ali RA dan Ahli bait.”

Entah apa lagi motif UAH menskip kalimat itu, apakah kebetulan bahasan tentang Syaikh-syeikhnya UAH akhirnya di skip? Karena memang Muhamadiyah ini adalah ormas yang berpayung faham Abduhisme (Muhammad Abduh) dan Rosyid Ridho (Ridhoisme).

UAH tidak jujur dalam hal ini..

langsung saja lihat video UAH mulai menit ke 5 sampai menit ±14.45 semoga menambah wawasan keilmuan kita. Aamiin
Inilah teks asli Risalah Ahlussunnah wal Jama’ah karya KH. Hasyim Asy’ari terkait bahasan yang disampaikan oleh UAH dalam video,

(فصل) في بيان تمسك أهل جاوى بمذهب أهل السنة والجماعة، وبيان ابتداء ظهور البدع وانتشارها في أرض جاوى، وبيان أنواع المبتدعين الموجودين في هذا الزمان.
قد كان مسلموا الاقطار الجاوية في الزمان السالفة الخالية متفقى آلراء والمذهب، متحدى المأخذ والمشرب، فكلهم في الفقه على المذهب النفيس مذهب الامام محمد بن إدريس، وفي أصول الدين على مذهب الامام أبي الحسن الأشعري، وفي التصوف على مذهب الامام الغزالي والامام أبي الحسن الشاذلي رضي الله عنهم أجمعين.
ثم إنه حدث في عام ألف وثالثمائة وثالثين أحزاب متنوعة، وآراء متدافعة، وأقوال متضاربة، ورجال متجاذبة. فمنهم سلفيون قائمون على ما عليه أسالفهم من المذهب بالمذهب المعين والتمسك بالكتب المعتبرة المتداولة، ومحبة أهل البيت والولياء
والصالحين، والتبرك بهم أحياء وأمواتا، وزيارة القبور، وتلقين الميت، والصدقة عنه، واعتقاد الشفاعة ونفع الدعاء والتوسل وغير ذلك.
*ومنهم فرقة يتبعون رأي محمد عبده ورشيد رضا، ويأخذون من بدعة محمد بن عبد الوهاب النجدي، وأحمد بن تيمية وتلميذيه ابن اقيم وابن عبد الهادى،* فحرموا ما أجمع المسلمون على ندبه، وهو السفر لزيارة قبر رسول الله صلى الله عليه وسلم، والفوهم فيما ذكر وغيره. قال ابن تيمية في فتاويه: وإذا سافر الاعتقاده أنها أي زيارة قبر النبي صلى الله عليه وسلم طاعة كان ذلك محرما بإجماع المسلمين فصار التحريم من الامور المقطوع به.

*PASAL MENJELASKAN TENTANG : BAGAIMANA MASYARAKAT JAWA BERPEGANG TEGUH PADA MADZHAB AHLI AL SUNNAH WA AL JAMA’AH, TENTANG KAPAN LAHIRNYA BID’AH DAN PENYEBARANNYA DITANAH JAWA, TENTANG MACAM-MACAM PERILAKU AHLI BID’AH YANG TERJADI DI ZAMAN INI*

“Masyarakat Muslim di pulau Jawa tempo dulu memiliki pandangan dan madzhab yang sama, memiliki satu reverensi dan kecenderungan yang sama. Semua masyarakat Jawa ketika itu menganut dan mengidolakan satu madzhab yakni Imam Muhammad bin Idris Al- Syafi’i dan didalam masalah teologi atau aqidahnya mengikuti madzhab Imam Abu Hasan Al-‘Asy’ari dan di bidang Tasawuf mengikuti madzhab Imam Al-Ghazali dan Imam Abi Al-Hasan Al-Syadili, Radhiyallahu ‘anhum ajma’in.

Pada perkembangan selanjutnya di tahun 1330 H. muncul beberapa golongan yang bermacam-macam, dan mulai timbul berbagai pendapat yang saling bertentangan, isu yang bertebaran, dan pertikaian dikalangan para pemimpin. Diantara mereka ada yang beraviliasi pada kelompok Salafiyyin, golongan Tradisional yang tetap eksis berpegang teguh pada doktrin ajaran yang diinginkan Salafuna As-Shalih, bermadzhab kepada satu madzhab tertentu, berpegang kepada kitab-kitab mu’tabarah yang beredar, mencintai ahlul bait, para wali dan orang-orang yang sholih, mengharap berkah mereka baik yang masih hidup maupun yang telah wafat, melakukan ritus ibadah berupa ziarah kubur, mentalqin mayit, shadaqah untuk mayit dan menyakini adanya syafaat atau pertolongan, kemanfaatan doa, mengerjakan tawassul dan lain-lain.

*Sebagian dari masyarakat kita terdapat kelompok yang mengikuti pendapat Muhammad Abduh dan Rasyid Ridho, yang menyepakati pendapat yang menyatakan bid’ahnya beberapa hal diatas sebagaimana dikemukakan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab An-Nadji dan Ahmad bin Taimiyah dan dua muridnya yakni Ibnu al-Qoyyim dan Ibnu Abdi al-Hadi,* kelompok kedua ini secara tegas mengharamkan apa yang telah menjadi kesepakatan kaum muslimin sebagai bentuk ibadah sunnah, yakni pergi untuk menziarahi makam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Firqoh ini secara terus menerus melakukan penentangan keras terhadap kaum muslimin atas rutinitas yang mereka jalankan.” Wallahu a’lam

*والله الموفق الى أقوم الطريق*

Sumber: https://www.facebook.com/asimun.masud.7/posts/4094201804035664

(Suara Islam)

Loading...