Kiai Azaim: Hijrah Bukan untuk Melariskan Produk

Di zaman yang katanya milenial ini, ada sebagian umat Islam yang membuat suatu komunitas muslim yang disebut dengan “hijrah”. Kelompok ini memiliki beberapa ciri, salah satu ciri yang nampak adalah pakaiannya yang berbeda dari muslim yang lain.

Menurut mereka, pakaian yang dikenakan merupakan pakaian yang sesuai sunah Nabi atau syariat. Jika ada umat muslim yang tidak sama pakaiannya dengan mereka akan dianggap tidak mengikuti sunah Nabi atau tidak syar’i.

Dari itu, kata kelompok mereka, harus masuk kedalam kemunitas mereka yang kemudian dianggap telah hijrah. Benarkan yang dimaksud hijrah demikian, harus ikut kelompok mereka dengan mengenakan pakaian yang sama persis mereka?

Kok sepertinya aneh, ya! Hijrah hanya diukur dengan pakaian. Jangan-jangan mereka jual pakaian. Agar jualannya laku, maka mereka “menjebak” orang agar beli dengan sebutan hijrah. Hehehe

Demi menghindari pemahaman yang salah tentang makna hijrah, sangat perlu dan wajib untuk belajar tentang apa arti hijrah yang sebenarnya? Sebagai rujukan, sangat penting mengutip arti hijrah dari para ulama, dalam hal ini akan dipaparkan makna hijrah dari seorang ulama, yaitu KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy.

Fenomena terakhir tentang makna hijrah. Hijrah yang merupakan pergerakan. Hijrah yang merupakan perpindahan. Jihad dan niat sebagaimana yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa hijrah dalam maknanya yang abadi, setelah peristiwa fathu makkah (la hijrata ba’da al-fathi).

Tidak ada lagi sejarah terulang, sebagaimana hijrah Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah setelah fathu mekah. Tetapi yang ada adalah jihad dan niat. Inilah makna yang terus abadi. Makna yang terus lestari.

Jihad semangat kebaikan, niat penentu tujuan dalam kebaikan. Maka pergerakan hijrah, perubahan dari satu titik ketitik lainnya adalah berangkat dari satu niat kebaikan menuju kebaikan.

Hijrah bukan sesuatu yang negatif, bukan sesuatu yang provokatif, bukan sesuatu yang menciptakan kerusakan, kemafsadatan, tetapi menghasilkan kemaslahatan.

Semoga kita mampu memaknai hijrah dengan sebaik-baiknya. Bukan hijrah yang disalahartikan. Bukan hijrah yang hanya menjadi konsumen publik untuk sekedar melariskan produk-produk kepentingan pribadi.

Tetapi hijrah yang tulus, hijrah yang murni, hijrah yang lahir dari keikhlasan hati karena berpindah dari satu tujuan baik menuju kebaikan yang lain semata mencari rido Allah subhanahu wa ta’ala.

Penjelasan hijrah ini ditranskip dari ceramah singkat Kiai Azaim di channel you tube Basmalah. Silakan kunjungi dan simak ceramah lainnya! (Gus Tama)

Sumber: https://www.aswajadewata.com/jelaskan-makna-hijrah-kiai-azaim-hijrah-bukan-untuk-melariskan-produk/2020/

(Suara Islam)

Loading...