Ketika Umat Muslim ke Gereja

Saya dulu sering banget diundang ke Gereja.

Dan oke oke saja, gada masalah. Bahkan iman saya juga gak berubah. Pihak pengundang tahu saya beragama Islam. Tapi mereka juga asik2 aja.

Justru ketika diundang itulah saya menyampaikan misi persahabatan saya.

Saya selalu bilang disana, “Jangan melihat Islam dari wajah2 teroris itu, atau wajah ormas2 radikal itu, tapi lihatlah dari wajah Islam moderat seperti saya yang jumlahnya jauh lebih banyak dari mereka..”

Apakah begitu penting saya harus memenuhi undangan pihak Gereja ? Sangat penting. Karena saya tidak ingin ada kesalahpahaman antar umat beragama hanya karena ulah segelintir manusia.

Dengan bersahabat itulah kita melindungi banyak umat muslim di daerah yang mereka minoritas, supaya tidak terjadi gesekan yang dilakukan oknum2 beragama Islam di daerah lain, hanya karena mereka merasa mayoritas.

Bersahabat dgn umat berbeda agama itu penting. Begitu juga yang berbeda suku dan ras. Siapa sih kita yang merasa lebih tinggi dari manusia lainnya ? Wong sama2 berasal dari sperma aja bertingkah..

Karena itu saya senang ketika melihat Gus Miftah dihujat ketika ia menyampaikan salam persahabatan di sebuah Gereja. Perlu ribuan hujatan supaya gambarnya viral. Dengan gambar viral itu, pesan tersebar lebih luas dan orang akan melihat keindahan persahabatan disana..

Yang takut ketika umat berbeda agama datang mengunjungi tetangganya adalah mereka yang ingin negeri ini pecah. Mereka tidak paham persahabatan, bahkan tidak paham agama..

Sekali sekalilah datang ke Gereja, Vihara, Kelenteng ataupun rumah ibadah agama yang berbeda lainnya. Disana kalian akan melihat kebesaran Tuhan yang menciptakan manusia dengan perbedaannya dan kita diperintahkan untuk belajar dari itu semua.

Seperti secangkir kopi. Dia tidak mungkin terasa nikmat kalau gada proses yang menjadikannya kaya kan ?

Ah, jadi pengen seruput kopi jadinya..

Sumber: FB Denny Siregar

(Suara Islam)

Loading...