Kalau Ahok Menista Islam, Mustahil Raja Salman Mau Salaman

Raja Salman, Jokowi dan Ahok

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Djan Faridz menegaskan makna dibalik jabat tangan Raja Salman dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi bukti Ahok tidak melakukan penodaan agama.

Jika memang terbukti melakukan penodaan agama Islam, kata Djan Faridz, pasti Raja Salman sebagai pemimpin negara Islam terpandang tidak akan mau berjabat tangan dengan Ahok.

Baca:

“Coba lihat raja negara Islam mau bersalaman dengan Ahok, artinya apa? Tidak ada masalah. Jika ada masalah Ahok menista agama, tidak mau Raja Salman bersalaman dengan Ahok,” kata Djan Faridz di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP di Jakarta, Rabu (1/3).

Menurut Djan Faridz, Raja Salman pasti mengetahui persis kiprah Ahok untuk umat muslim, salah satunya dengan membangun Islamic Center di Daan Mogot, Jakata Barat.

“Ini artinya Ahok dihargai sebagai pemimpin yang pro umat Islam. Dia (Raja Salman) pasti tahu kok kiprah Ahok yang bangun masjid gede di Daan Mogot,” kata Djan Faridz.

Ketika ditanya wartawan apakah momen jabat tangan ini akan meningkatkan suara Ahok di kalangan umat muslim Jakarta, Djan Faridz sangat yakin momen ini akan berpengaruh.

Karena momen ini menjadi bukti bahwa seorang raja dari negara Islam terpandang tidak memandang Ahok sebagai penista agama Islam dan hal itu ditunjukan dengan pertemuan tersebut.

“Secara langsung umat muslim pasti melihat, kok bisa Raja Saudi mau bertemu dan bercakap-cakap dengan Ahok? jadi ini bukti. Mana ada ceritanya jika benar Ahok menistakan agama Islam,” kata Ketua Umum PPP ini.

(infonawacita/biarnyaho)

Loading...